Washilah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Desa Leppangeng ikut andil dalam Edukasi Stunting di Kecamatan Ajangale, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dokter spesialis dari Universitas Hasanuddin, dan mahasiswa KKN 78 UIN Alauddin Makassar.
Petugas puskesmas, Sisti membeberkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penyakit stunting di Kabupaten Bone.
“Mengingat di Bone masih menjadi salah satu daerah dengan angka stuntingnya perlu perhatian khusus,” ungkapnya.
Mencegah stunting sejak dini sangat penting. Petugas tersebut menjelaskan bahwa penerapan pola gizi yang seimbang dapat mengatasi stunting sejak dini.
Dalam edukasi tersebut, dilakukan pemeriksaan fisik, bakti sosial dan menyalurkan bantuan nutrisi kepada masyarakat.
Koordinator Desa, Hamza Sam mengaku mendapatkan pembelajaran baru mengenai realisasi kesehatan di lapangan, khususnya di Desa Leppangeng.
“persoalan stunting bukan sekadar masalah medis, melainkan masalah masa depan bangsa yang memerlukan intervensi berkelanjutan,” ungkapnya.
Keikutsertaan KKN 78 UIN Alauddin sangat membantu dalam Edukasi Stanting. Hamza menekankan gizi pada 1000 hari pertama kegidupan sangat penting, apalagi bagi anak usia dini.
Nurhalifa, Salah satu warga yang ikut dalam edukasi itu, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pemerintah dan keterlibatan mahasiswa.
Ia merasa terbantu dengan Edukasi Stunting tersebut, karena ia mendapatkan informasi yang selama ini kurang dipahami olehnya.
Penulis: Nurhidaya (Citizen Reporter)
Editor: Sappe











