Washilah — Menuju In House Training Journalistic (IHTJ) ke XXV, arak-arakan warnai hari pertama screening di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 2, Sabtu (16/5/2026).
Arak-arakan dimulai dari depan Fakultas Syariah dan Hukum menuju rektorat dengan diiringi orasi dan yel-yel.
Salah satu peserta screening, Sidiq membeberkan bahwa dirinya banyak tahu terkait dasar jurnalistik. Dirinya juga menganggap screening dapat membentuk mental dalam peliputan nantinya.
”Secara tidak langsung saya sadar apa yang dilakukan hari ini itu adalah sikap dasar dan penanaman mental terkait jurnalistik untuk mengungkap fakta, ujarnya.
Setelah mengikuti screening hari pertama, katanya, Sidiq mulai paham terkait struktur penulisan. Mulai dari cara mengolah informasi, wawancara, dan menulis.
”Menurutku itu pendekatan yang baik, untuk peserta memahami cara-cara kerja jurnalistik,” katanya.
Senada dengan Sidiq, Dhea Ananda mulai berani bersuara. Awalnya dia malu dan takut untuk mengeluarkan pendapatnya.
“Sebetulnya saya orangnya lumayan pemalu untuk berbicara dan takut tapi tadi saya punya keberanian untuk berbicara di depan,” bebernya.
Screening ini dilakukan dengan beberapa tahap penilaian diantaranya: arak-arakan, tes wawancara dan diskusi kelompok.
Penulis: Ratman (Magang)
Editor: Sappe











