Pekan Raya Festival Anak Sholeh, Suksesi Sinergi Latansa Bimbel Sebagai Alumni

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana Pekan Raga Festival Anak Sholeh yang berlangsung di Masjid Muhajirin Desa Komba, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Minggu (19/4/2026). | Foto: Istimewa.

Washilah — Yayasan Latansa Sinar Putri gandeng Mahasiswa KKN angkatan 78 Desa Komba, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu dalam kegiatan Pekan Raya Festival Anak Sholeh yang berlangsung di Masjid Muhajirin, Minggu (19/4/2026).

Diketahui, Pekan Raya Festival Anak Sholeh menjadi wujud nyata sinergitas antara Yayasan Latansa Sinar Putri sebagai wadah dan penggerak kegiatan dengan menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan semangat pengabdian Mahasiswa KKN angkatan 78 dan alumni UIN Alauddin Makassar dalam membangun karakter anak.

Pengelola Latansa Bimbel, Epi Aresih Tansal menuturkan bahwa festival yang diadakan merupakan sebuah gerakan pendidikan tetap hidup di Kabupaten Luwu.

“Festival ini tidak sekadar menjadi rangkaian perlombaan, tetapi tumbuh sebagai gerakan pendidikan yang hidup,” tuturnya.

Epi juga menjelaskan bahwa Latansa Bimbel hadir sebagai penggerak utama di Kabupaten Luwu yang menginisiasi lahirnya kegiatan ini, sekaligus menjadi jembatan antara alumni dan mahasiswa dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa KKN menjadi kekuatan yang menghidupkan kegiatan ini. Para mahasiswa terlibat aktif dalam setiap proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, menghadirkan energi, kreativitas, dan semangat yang menyatu dengan pengalaman para alumni.

“Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai panitia, tetapi juga sebagai pendamping dan teladan, memperlihatkan bahwa pendidikan adalah jalan yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad,” jelasnya.

Mahasiswa KKN Desa Komba, Iqbal Pratama juga menceritakan bahwa peserta mengikuti berbagai lomba bernuansa islami dan akademik, seperti hafalan surah pendek, adzan, mewarnai, hingga penampilan bakat islami yang menggambarkan keberanian serta potensi diri mereka.

“Selama pelaksanaan, masjid dan lingkungan sekitar dipenuhi oleh suasana yang hangat dan penuh keceriaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Fauzan Yunus menjelaskan bahwa setiap kegiatan dirancang tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan.

“Nilai-nilai kedisiplinan, kerapian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ajaran agama ditanamkan secara alami dalam setiap rangkaian acara,” jelasnya.

Lanjutnya, Fauzan mengatakan sebagai wadah alumni, Latansa Bimbel mengambil peran strategis dalam mengarahkan konsep kegiatan agar tetap berorientasi pada pembentukan karakter.

“Kehadirannya menjadi bukti bahwa alumni tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi terus melanjutkan pengabdian melalui jalur pendidikan,” katanya.

Pengelola Masjid Muhajirin, Hude Mahfudin menilai bahwa Pekan Raya Festival Anak Sholeh menjadi simbol dari harmoni pengabdian. Latansa Bimbel sebagai representasi alumni bergerak bersama mahasiswa KKN, maka lahirlah ruang-ruang kebaikan yang tidak hanya terasa sesaat, tetapi berpotensi memberi dampak jangka panjang.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari gerakan berkelanjutan dalam mencerdaskan generasi, khususnya di wilayah Larompong dan Kabupaten Luwu secara umum. Bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab institusi formal, tetapi juga hasil dari sinergi dan kepedulian bersama.

“Festival ini menyimpan makna yang dalam tentang pulang untuk memberi, tentang berjalan bersama, dan tentang menjaga cahaya pendidikan agar tetap menyala di tengah masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Ummu Kalsum
Editor: Rhizka Amelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami