Kampus Peradaban yang Terhambat oleh Perilaku Tidak Beradab Sebagian Pengurus LK

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi 'stop peras maba' l Foto: Washilah-Arya Sb (magang)

Oleh: Muhammad Aswan Syahrin

TOLAK PUNGLI

BERIKAN KEBEBASAN CAMABA

STOP INTIMIDASI CAMABA TIDAK MEMBAYAR

BERIKAN KEBEBASAN CAMABA BAWA BEKAL

ATRIBUT TIDAK ADA DALAM SURAT EDARAN PIMPINAN

PBAK WAJIB

STOP KOMERSIALISASI PBAK

Selamat datang di PBAK UIN Alauddin Makassar, sebuah kampus yang mengklaim mewujudkan peradaban. Namun, ada banyak yang berpendapat bahwa peradaban tersebut masih jauh dari tercapai, terutama karena tindakan tidak beradab yang dilakukan oleh sebagian pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK).

Para pengurus LK seringkali berbicara keras tentang menghentikan komersialisasi pendidikan, namun tindakan mereka sendiri terkadang mengecewakan.

Pada saat menjelang pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), para pengurus LK terlibat dalam aksi demonstrasi “Stop Komersialisasi Pendidikan.” Mereka berjuang untuk menghapus pungutan-pungutan tambahan yang sebelumnya termasuk dalam UKT. Namun, ternyata ada paradoks yang cukup mencolok.

Misalnya, calon mahasiswa baru diharuskan membayar sejumlah uang atas atribut kardus yang seharusnya bisa didapatkan secara gratis. Makanan yang seharusnya bisa dibawa dari rumah atau datang ke kantin terdekat juga dikomersialisasi.

Yang sangat miris banyak Calon Mahasiswa Baru menjadi sasaran intimidasi oleh senior saat mereka menolak pembayaran.

Bahkan pita, yang harganya seharusnya terjangkau, dijual dengan harga yang tidak masuk akal. Semua ini berbanding terbalik dengan semangat mereka sebagai agen of change. Mereka seharusnya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mandiri.

Untuk para pengurus LK, pesan ini adalah panggilan untuk tidak menodai idealisme yang mereka anut. Kata-kata tentang idealisme tidak cukup, tindakan nyata adalah yang diperlukan untuk mencapai Idealisme yang kalian dambakan.

#stopkomersialisasipbak

#pbakuinambersih

#stopintimidasijuniortidakmembayar

#berikankebebasancamababuatatribut

#janganpaksamababeliatribut

#stoppbakkolot

#bukanzamanpemaksaan

*Penulis merupakan Eks Pimpinan Umum UKM LIMA Washilah Periode 2020.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami