Mahasiswa KKN Ditolak Warga? Ini Faktanya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: Website resmi UIN Alauddin.

Washilah — Beredar informasi di media sosial WhatsApp dan Instagram mengenai Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang ditolak oleh warga di Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Selasa (22/7/2025).

Informasi mengenai penolakan warga terhadap kelompok Mahasiswa KKN beredar di pesan WhatsApp setelah pemberangkatan pertama kemarin (21/7/2025).

“We sampaikan baik-baik, sudah betulji masuk komunikasinya dengan desa-desanya, terkhusus Jipang. Deh teman kelasku ini hari berangkat di Pangkepmi, pas sampai sana ditolaki sama warganya dan tidak ada masuk komunikasinya dari LP2M (Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat) ke desanya,” isi salah satu pesan yang sudah diteruskan berkali-kali.

Tidak hanya itu, di platform Instagram sempat diposting video yang berisi tentang penolakan KKN, kemudian langsung diklarifikasi oleh akun resmi KKN Romang Lompoa.

“Kelompok kami dikasih rumah kosong atas permintaan kami. Kami diterima baik oleh warga,” ungkapnya dalam instastory.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Administrator Official KKN di Jipang yang mengatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Dia juga menambahkan bahwa mereka akan melaksanakan KKN pada tanggal 24 mendatang.

“Itu sepenuhnya salah, Kak, karena kami belum berangkat KKN. Kami berangkat insyaallah nanti tanggal 24,” katanya saat diwawancarai melalui chat Instagram.

Menanggapi hal tersebut, Najamuddin selaku staf Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) mengatakan bahwa pemberangkatan ke Pangkep kemarin ada dua kecamatan yakni Kecamatan Pangkajene dan Bungoro, dan keduanya diterima dengan baik.

“Kemarin itu ada dua kecamatan yang berangkat ke Kabupaten Pangkep, yaitu Kecamatan Pangkep dan Kecamatan Bungoro, dan mereka diterima dengan baik.” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Ratu Attayyah selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) Bungoro mengatakan bahwa informasi tersebut keliru. Dia juga mengatakan bahwa semua posko diterima dengan baik di kecamatannya.

“Untuk masalah ini, mungkin hanya kekeliruan, Kak, soalnya DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dari Kecamatan Bungoro sudah tanyakan dan kunjungi seluruh posko, alhamdulillah semuanya aman, diterima dengan baik,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Asmurallah selaku Dosen Pembimbing KKN di Kecamatan Pangkajene. Ia mengatakan bahwa tidak ada penolakan di pihak warga dan semua mahasiswa diterima dengan baik.

“Tidak ada yang ditolak, semua mahasiswa diterima dengan baik,” tutupnya.

Penulis: Andi Abhar (Magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami