Washilah — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Alauddin Makassar menggelar aksi demonstrasi besar bertajuk “Reformasi Jilid II: Rakyat Menggugat” di perempatan Jalan AP Pettarani – Jalan Sultan Alauddin pada Jumat (6/3/2026).
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Zulhamdi Suhafid, menegaskan bahwa gerakan ini membawa isu sentral mengenai kegagalan institusi negara dalam menjaga hak asasi warga sipil. Ia juga mengkritisi implementasi kebijakan nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menuntut pemerintah untuk mengevaluasi, bahkan menghentikan sementara program MBG selama bulan Ramadan. Hal tersebut didasari atas temuan di lapangan mengenai kualitas menu yang dianggap tidak memenuhi standar pemenuhan gizi yang dijanjikan.
Selain itu, Zulhamdi khawatir pengalihan anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk program MBG. Dirinya dan Massa Aksi mendesak adanya transparansi terhadap anggaran Koperasi Merah Putih serta menuntut pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin.
Tak hanya Zulhamdi, orator lainnya, Yaya ikut mengungkapkan kekecewaan yang berakar pada evaluasi satu setengah tahun kepemimpinan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan demonstrasi ini merupakan respon akumulatif atas berbagai insiden di awal tahun. Mulai dari penangkapan aktivis hingga potret kemiskinan ekstrem seperti anak sekolah yang tidak mampu membeli buku.
”Kami tidak ingin ini hanya menjadi gerakan sekali jalan, melainkan aksi terorganisir untuk memicu revolusi,” ungkapnya.
Yaya menginginkan perubahan menyeluruh atas sistem yang ia nilai bermasalah, bukan sekadar perubahan struktural di permukaan.
”Negara sudah sangat-sangat bobrok. Kami ingin perubahan total bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya saat orasi.
Penulis: Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Sappe











