Washilah – Hari menjelang siang, Seminar Al-Quran Nasional yang menghadirkan pemateri dan moderator dengan background penghafal Al-Quran. Diantaranya, Ahmad dan Kamil (Ahmil) sang Hafiz cilik pemenang acara hafiz di salah satu stasiun televisi tahun 2017 silam, Azizul Hakim Mansyur Imam Masjid New York selama sebulan hingga Yusuf Izzaty penerima beasiswa UIN Alauddin Makassar, Sabtu (21/09/2019).
Mahkota Terbaik untuk pecinta Al – Quran menjadi tema yang diusung sebagai pemantik untuk menarik peserta. Terbukti dari banyaknya peserta yang datang berbondong – bondong untuk melihat hafiz cilik 30 juz, ratusan hadis hingga letak baris dan halamanya itu. Mereka juga menjadi sosok yang menggugah hati sejak tampil perdananya di layar kaca televisi.
Suasana semakin riuh setelah ustaz Ike Muttaqin, Guru Ahmad dan Kamil memberikan kesempatan kepada ustaz Azizul Hakim dan peserta untuk mengetes Ahmil terkait hafalan mereka.
Gedung Mulya 786 yang berlokasi di Samata menjadi saksi hidup bagaimana anak kecil membuat beberapa peserta seminar Quran nasional menangis haru diiringi teriakan takbir.
Ike Muttaqin mengatakan bahwa yang hebat bukanlah anak kecilnya melainkan Al – Quran yang dengan mudah dihapal dari segala umur bahkan untuk anak – anak sekalipun.
Selain Akmil, ia mengisahkan pula kisah Fajar dengan segala kekurangannya yang mampu menghafal Al – Quran. “Ada Fajar yang serba kekurangan. Tapi mampu menghafal Quran. Yang hebat siapa? Kedua orang tuanya. Bersabar mendidik anaknya menjadi penghafal Al – Quran. Yang penting ada kemauan. Setelah itu buktikan dengan kesungguhan. Luangkan waktu,” terangnya.
Ia juga menambahkan untuk terus berusaha menghafal Al-Quran dan senantiasa menjaga Al-Quran sampai mati. “Jangan mencari pujian manusia, tapi carilah hanya rida Allah,” imbuhnya sambil tersenyum.
Salah seorang gadis kecil dari Pinrang bernama Ainun mengetes Akmil dan menanyakan cara menghafal Quran bagi anak kecil yang suka main. Serentak semuanya tertawa akan pertanyaan polos si bocah asal Pinrang itu.
Selain itu, salah satu peserta seminar. Perempuan mungil berjilbab merah terang. Arwini, Mahasiswi Jurnalistik semester tiga yang juga seorang hafizah lima juz menjadi orang yang cukup beruntung sebab bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Akmil terkait ayat yang dilanjutkan. Perempuan yang sering senyum ini senang sekali bisa bertemu dengan Ahmad dan Kamil yang juga bisa memotivasi dirinya untuk lebih semangat lagi dalam menambah hafalannya. “Senang sekali karena bisa berhadapan langsung sama hafiz Quran seperti Kamil dan aura – aura Al-Qurannya sangat terlihat dan enjoyable,” ungkap gadis yang juga mendapat kesempatan untuk berswafoto bersama Ahmad dan Kamil.
Hadirnya Akmil dalam Seminar Al – Quran Nasional sebagai acara tahunan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Jami’, Ketua Panitia Andi Fery mengharapkan bibit – bibit kader yang berkualitas, tangguh juga berintelektual. “Sebagai tolak ukur bagi orang – orang dewasa supaya bisa terharu melihat bagaimana hafiz cilik ini menghafal Al-Quran dengan lafaz yang betul,” tuturnya saat ditemui di tempat seminar.
Penulis : Arel (magang)
Editor : Suhairah Rasyid











