Kentut

Facebook
Twitter
WhatsApp
Oleh | Astrid Rosalina
Gelisah… tak tahu harus kemana, tak ada tempat yang cocok untuk membuang rasa kegelisahan ini. Minta tolong pada teman namun tak ada yang mempedulikan dan menemani lina untuk membuangnya. Kegiatan yang dijalankan lina tersebut membuatnya merasa gelisah dan terus gelisah. Akhirnya dia mencari kesibukan dengan pergi bersama dua orang temannya untuk mencuci alat-alat dapur. 
“Saya ikut cuci piring yah ?,” seru Lina.
“Ayo,” ajak Yanti dan wati
Mereka berjalan bertiga sambil membawa keranjang yang berisikan alat dapur yang sangat kotor. Cahaya matahari yang begitu panas membuat tiga teman itu mengeluh akan dirinya yang sangat gerah dan tempat membersihkan piringnya pun agak jauh dari tempat kegiatan mereka berlangsung.
Lina terus gelisah, suara yang tidak menyenagkan pun mulai ingin keluar. Dirinya ingin mengeluarkan suara yang jika dikeluarkan akan membuat dirinya sangat malu. Dua orang temannya hanya diam. Seketika, suara tersebut pun keluar, lina tidak bisa menahannya.
MBROTTTTT… lina terdiam, dua orang temannya menatapnya dan berkata “ Heeeee”
lina menjawab,
“Saya yang kentut,” Sambil tertawa malu. Yanti dan wati spontan tertawa terbahak-bahak mendengar suara yang aneh dan ternyata malah lina yang kentut. 
Yanti dan wati terus tertawa, lina juga tertawa malu sampai-sampai barang yang mereka bawa jatuh diaspal dan mereka terduduk diaspal menahan perut nya yang sakit.
“Aduhhhh…. saya kira suara apa… lina- lina” ujar yanti sambil tertawa. “Sebelum kentutmu keluar, bilang-bilang dong kalau kamu itu mau kentut… aduduhhhhhh… lina-lina, perutku sakit (hahahaha)”
“Iyaa, betul itu.. lina lina…(hahahahahaa),” sambung wati
“iya, kapan-kapan kalau saya mau kentut, saya bilang deh… tapi tadi, saya malu mengatakan jika saya mau kentut, jadi saya keluarkan pelan-pelan, ehh,, ternyata suaranya besar.” Timpal  Lina, sambil tertawa malu.
“aduhhhh, lina lina,, sakit perutku,” tambah wati
“ya udah, ayo berdiri dan cuci piring, karena panas banget nih,” ajak Lina
Yanti dan wati berdiri sambil tertawa dan melanjutkan mencuci alat-alat dapur tersebut, tetapi mereka lupa membawa sabun cuci.
“Aduhhh… sabunnya lupa dibawa,” seru Lina
“nggak usah pake sabun, siram pake air aja,” sahut Yanti
“aduhh… lina, betulan lucu banget.. sakit banget nie perutku.” tambah wati
“iya, sudah-sudah.. Cuma kamu berdua yang tahu kejadian ini dan Allah SWT. Jangan cerita ke anak-anak yang lain yah, awasss kalian berdua.. ku mohon,” pinta Lina
“iya lina.. nggak apa-apa,” jawab Yanti dan Wati
Pekerjaan mereka pun selesai, mereka bertiga menuju tempat kegiatan dan masih tertawa mengingat hal lucu yang lina lakukan.
Sumber Gambar: http://2.bp.blogspot.com

  Berita Terkait

Rimpuh

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami