Puisi “Deadline” oleh : Andriani

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: arieje.pro

Kadang aku merasa tidak dapat mengerjakannya
Kadang aku menyerah sebelum mencobanya
Kadang aku begitu kaku untuk membahasakannya
Kadang aku terus menunda-nunda melakukannya

Kusebut ia sebagai salah satu hobbyku
Kusebut ia sebagai salah satu jembatanku
Kusebut ia sebagai salah satu kewajibanku
Ya, ia sering disebut “Deadline” oleh para penulis

Seperti ada yang berbisik menggerutu dan memaki
Tak jarang juga aku merasa dikejar waktu
Sehingga terburu-buru dan terbebani
Layaknya pengendara, aku sering balapan dengan Deadline

Rasanya malas ketika melihat naskah yang menumpuk
Tetapi harus segera diselesaikan
karena semua kerja keras akan menjadi sia-sia
Begitulah Deadline selalu setia menghantuiku

*Penulis adalah salah satu mahasiswa jurusan Akuntasi 2013

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami