Unjuk Rasa LK FEBI, Protes Pungli Fakultas

Facebook
Twitter
WhatsApp
Massa Aksi melakukan sumpah mahasiswa sebagai penutup aksi di Pelataran FEBI, Rabu (5/11/2025) | Foto: Washilah-Gholib Al Hakam (Magang).

Washilah — Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar lakukan unjuk rasa protes praktik pungli yang berlangsung di Lobi FEBI UIN Alauddin Makassar, Rabu (5/11/2025).

‎Aksi ini dipicu oleh keluhan mahasiswa mengenai oknum dosen yang memaksa mahasiswa membeli buku ajar dengan ancaman nilai akademik.

‎Jendral Lapangan, Anhaf mengatakan bahwa praktik pungli di FEBI terjadi secara berulang, bahkan sanksi yang pernah diberikan kepada oknum dosen dianggap tidak efektif.

‎“Dosen tersebut pindah jurusan dan melakukan hal yang sama,” katanya.

Ia‎ menambahkan, kondisi ini bahkan diikutu dan dibenarkan oleh dosen-dosen lain dengan menjual buku dan mengancam akan memberi nilai E apabila ada yang tidak membelinya.

‎“Itu yang membuat mahasiswa terutama di angkatan baru takut untuk tidak melakukan pembelian buku,” jelasnya.

‎Dia juga menyoroti sikap otoriter dosen yang mengancam tidak akan melanjutkan kelas jika buku yang dijual tidak dibeli saat perkuliahan berlangsung.

‎Salah satu massa aksi, Ahwan mengatakan bahwa aksi ini bertujuan mengupayakan hak-hak mahasiswa agar tidak direnggut oleh birokrasi.

“Melihat kondisi kampus pada hari ini terkhusus FEBI, para birokrasi membawa kepentingan pribadi dibanding kepentingan dari mahasiswa,” ujarnya.

‎Menurutnya, pendidikan sudah seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi justru dijadikan alat komoditas untuk pencapaian pribadi birokrasi UIN Alauddin Makassar, khususnya di FEBI.

‎“Tindakan pungutan liar berupa penjualan buku terhadap mahasiswa, dan ketika mahasiswa tak membeli buku itu akan berpengaruh pada mahasiswa,” tutupnya.

Penulis: Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami