Washilah — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog Lintas Lembaga bertajuk “UINAM Bukan Tanah Kosong: Krisis Pengelolaan Lingkungan di Kampus Peradaban” di Pelataran FSH, Kamis (25/6/2026).
Ketua panitia, Haerul Imam, mengatakan kegiatan ini dilatar belakangi oleh kondisi lingkungan kampus yang masih menyimpan berbagai persoalan, khususnya terkait sampah dan minimnya fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan.
Haerul juga menjelaskan, salah satu persoalan paling mendesak di lingkungan kampus adalah minimnya fasilitas pengelolaan sampah. Ia menilai kesadaran mahasiswa untuk menjaga lingkungan tidak cukup jika tidak dibarengi dengan sarana yang memadai.
“Ketika kita sadar akan lingkungan dan ingin membuang sampah, pertanyaannya adalah kita mau buang ke mana? Karena kita lihat di setiap fakultas belum ada fasilitas tempat sampah yang memadai,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemateri dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UIN Alauddin, Muh Adri, menyoroti pentingnya edukasi lingkungan bagi mahasiswa sebagai akar penyelesaian persoalan ekologis di kampus.
Menurutnya, problem utama yang perlu diperhatikan saat ini bukan hanya pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga rendahnya edukasi dan kesadaran kolektif mahasiswa terhadap isu lingkungan.
“Problem yang paling harus diperhatikan adalah edukasi terhadap mahasiswanya,” ujarnya.
Ardi juga menilai perhatian pimpinan kampus terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek pembinaan dan pemberdayaan kesadaran lingkungan.
“Lingkungan kampus di UIN itu, kalau di luar hijau, di dalam tidak hijau,” tegasnya.
Salah seorang peserta dialog, Fadli, menilai forum ini membuka perspektif baru mengenai pentingnya melihat isu lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas institusi kampus.
“Diskusi ini menyadarkan saya bahwa persoalan lingkungan di kampus bukan sekadar soal sampah yang terlihat, tetapi juga soal sistem pengelolaan dan kesadaran kita sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Penulis: Muh. Arya Ramli (Magang)
Editor: Rhizka Amelia











