Washilah — Mahasiswa pecinta alam menyoroti ketidakhadiran para pemerintah sebagai narasumber dalam dialog interaktif pada Kamis (23/7/2026) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar.
Pada dialog tersebut, tema yang diusung ialah “Bulu Bawakaraeng Rusak: Siapa yang bertanggung jawab?”.
Adapun beberapa instansi yang diundang sebagai pemateri pada dialog: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan (DLHK), Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan (Pusda LH Suma Pusat), dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA).
Namun, hingga dialog usai, ketiga instansi yang diundang tidak kunjung hadir.
Ketua Mapalasta, Alamsyah Adam mengungkapkan bahwa ketiga instansi tersebut telah menerima undangan untuk menjadi pemateri pada dialog interaktif.
Menurutnya, instansi tersebut merupakan penanggung jawab sekaligus pembuat kebijakan yang ada di Gunung Bulu Bawakaraeng.
Ia menilai bahwa dengan ketidakhadiran dari para instansi menjadi sebuah tanda tanya, karena forum tersebut bukanlah sebuah forum untuk menghakimi tapi bersama-sama untuk mencari sebuah solusi.
“Instansi tersebut merupakan penanggung jawab dan pembuat kebijakan-kebijakan yang ada di area Gunung Bulu Bawakaraeng, harusnya mereka yang punya wewenang terkait Gunung Bulu Bawakaraeng kenapa malah tidak hadir,” ungkapnya.
Para pelaksana kegiatan juga telah mengkonfirmasi kepada para instansi yang terkait, dan mendapatkan jawaban kurang mengenakkan hati bahkan ada yang tidak merespon.
“Personil resor kami yang di wilayah Gowa saat ini lg berada di Malino dan tidak ada yang bisa hadir juga. Saya belum berani pastikan, karena Bapak Kepala (Pusdal LH Suma Pusat) masih di jakarta, sementara di kantor juga masih ada inspektorat,” kata pelaksana meniru jawaban instansi tersebut.
Penulis: Dhea Ananda Silfah (Magang)
Editor: Sappe











