Sebulan Pascainsiden, Plafon Ruangan 2.1 Gedung Terpadu C Belum Diperbaiki

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kondisi Ruangan 2.1 Gedung Terpadu C UIN Alauddin Makassar. | Foto: Washilah — Muh Ilham.

Washilah — Pasca sebulan runtuh (11/6), plafon ruangan 2.1 Gedung Terpadu C UIN Alauddin Makassar belum kunjung menuai perbaikan. Pihak kampus menyebut keterlambatan ini disebabkan mekanisme penganggaran yang harus melalui proses penyesuaian.

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Hani mengungkapkan bahwa insiden tersebut sempat menghentikan proses perkuliahan selama beberapa waktu. Ia bersama dosen dan rekan sekelasnya dipindahkan ke ruang kelas lain yang kosong untuk melanjutkan proses belajar mengajar.

Dikarenakan minimnya ruangan kelas di lingkup fakultas, maka ruangan pada Gedung C menjadi alternatif beberapa jurusan dari berbagai fakultas untuk perkuliahan.

Meski aktivitas perkuliahan di Gedung C telah kembali berjalan, Hani mengungkapkan plafon ruang 2.1 belum diperbaiki hingga saat ini. Ia dan teman-temannya memilih menggunakan ruang kosong lain karena khawatir bagian plafon yang tersisa juga berpotensi runtuh.

“Jujur tidak merasa aman karena masih trauma. Harusnya plafon yang sudah berjamur diganti demi keamanan dan kenyamanan proses perkuliahan,” katanya saat diwawancarai pada Sabtu (18/7/2026).

Hani berharap pihak kampus lebih sigap dalam merawat fasilitas pembelajaran. Menurutnya, kerusakan yang telah teridentifikasi seharusnya segera ditangani agar tidak kembali memicu insiden yang dapat membahayakan sivitas akademika.

Kepala Bagian Umum UIN Alauddin Makassar, Dr Salman Ahmad mengatakan pihaknya langsung meninjau lokasi setelah menerima laporan kejadian (11/6).

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan plafon diduga runtuh akibat rembesan air, meski sumber rembesan masih ditelusuri, apakah berasal dari saluran pembuangan AC atau kebocoran atap. Ia juga memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Teman-teman langsung menuju lokasi untuk melihat penyebab kerusakan. Hasil sementara, plafon diduga runtuh karena air yang menetes. Tidak ada korban,” ujarnya pada Jumat (17/7/2026).

Ia menuturkan keterlambatan perbaikan bukan karena tidak adanya penanganan, melainkan karena pekerjaan harus menyesuaikan mekanisme penganggaran dan skala prioritas yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini, belum tersedia anggaran yang dapat dialihkan untuk memperbaiki plafon ruang tersebut.

“Untuk sementara ini belum ada anggaran yang bisa saya revisi untuk perbaikan plafon yang di situ,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi seluruh gedung kampus tetap dipantau oleh petugas umum yang ditempatkan di setiap lokasi. Setiap kerusakan yang ditemukan akan dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensi dan ketersediaan anggaran.

Penulis: Muh Ilham (Magang)
Editor: Sappe

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami