Washilah – Aliansi Mahasiswa Wirabakti dan Aliansi Mei Berlawan menyuarakan penolakan komersialisasi pendidikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Fly Over Jl. A.P. Pettarani, Sabtu (2/5/2026).
Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Wirabakti, Novrialdi mengatakan pemerintah perlu mengindahkan suara mahasiswa hari ini, melihat buruh dan mahasiswa saat ini masih sering dilecehkan.
“Lewat aksi ini kami mau pemerintah sadar, pendidikan itu fondasi negara,” tegasnya.
Diketahui, aksi tersebut diwarnai orasi, pernyataan sikap, dan pembentangan spanduk tuntutan mahasiswa.
Sementara itu, Anggota Aliansi Mei Berlawan, Andi Rejal Rifai mengatakan mahasiswa harus turun ke jalan karena pendidikan masih dikomersialisasi birokrat.
“Kami turun ke jalan karena idealisme mahasiswa tidak bisa dipertaruhkan dengan seremonial seperti upacara atau seminar,” ujarnya.
Menurutnya, Hardiknas harus jadi momentum mengangkat isu pendidikan.
“Banyak isu yang seharusnya diangkat dan jadi alasan mahasiswa bergerak,” katanya.
Ia berharap pemerintah menindaklanjuti tuntutan hari ini, mulai dari penolakan komersialisasi pendidikan hingga kritik efisiensi anggaran pendidikan.
“Harapan saya selaku massa aksi, semoga pemerintah menindaklanjuti tuntutan kami,” ujarnya.
Adapun beberapa tuntutan yang dibawa oleh aksi kali ini, diantaranya pendidikan gratis ilmiah dan demokratis, hapus komersialisasi pendidikan, upah layak nasional, kebebasan akademik, cabut regulasi merugikan buruh dan beberapa tuntutan lagi.
Penulis: Risaldi Anggara (Magang)
Editor: Rhizka Amelia











