Almasi UIN Alauddin Makassar Bawa 9 Tuntutan dalam Aksi Riset Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Orasi oleh Ketua Dema FST di depan kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan di Gedung Dinas PU PERA, Rabu (4/3/2026). | Foto: Washilah — Mochtar Luthfi Alanshari.

Washilah — Aliansi Mahasiswa Saintek (Almasi) menggelar seruan aksi Riset Indonesia di depan Gedung Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PU PERA) yang merupakan kantor sementara DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (4/3/2026).

‎Diketahui, ada 9 grand isu yang dibawa dalam aksi ini, yaitu pemerataan fasilitas dan mewujudkan pendidikan gratis, kembalikan anggaran pendidikan, sejahterakan guru honorer, tolak Makanan Bergizi Gratis (MBG), reformasi Polri, stop kriminalisasi aktivis, copot Kapolda Sulsel yang tidak mampu menegakkan supremasi hukum di Sulsel, selaraskan Polisi melayani mengayomi dan melindungi, serta rezim Prabowo pemborosan APBN.

Ketua Umum Dewan Eksekutif (Dema) Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Khaerul Syawal, menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian serius mahasiswa dalam aksi kali ini.

‎“Kasus kematian anak yang terjadi karena aparat menjadi bagian dari tuntutan kami dalam aksi ini. Selain itu, kami juga menuntut pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin hak pendidikan warga negara. Menurutnya dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan malah dialihkan untuk kebutuhan MBG.

‎”Hal ini kami tolak karena ‎MBG saat ini tidak terealisasikan dengan baik, yang ditandai banyak kasus keracunan” tegasnya.

Massa aksi juga meminta agar perwakilan mereka dilibatkan dalam rapat lanjutan guna menjamin transparansi. Mereka menilai, jika DPRD merupakan representasi rakyat, maka proses tindak lanjut aspirasi harus dilakukan secara terbuka.

‎Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Kota Makassar, Lukman B Kady menyatakan seluruh tuntutan massa aksi telah diterima dan akan diteruskan kepada pihak terkait. Lukman menegaskan mereka hanya berperan sebagai perwakilan rakyat yang menyalurkan aspirasi mahasiswa.

‎“Tugas kami hanya meneruskan aspirasi tersebut,” jelasnya.

‎Pihak DPRD mengaku akan menyurat untuk mengadakan Rapat Dengar Pendapat bersama aliansi mahasiswa dan membuka ruang audiensi lebih lanjut, termasuk kemungkinan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat.

‎Penulis: Syahraty Ridhayah S (Magang)
Editor: Rhizka Amelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami