Perempuan, Tumbuh dan Mekarlah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Silmiah

Washilah – Lahir dari keluarga sederhana, sosok perempuan satu ini mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di UIN Alauddin Makassar, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Jurnalistik .

Salmia sapaan akrabnya, perempuan kelahiran Gowa ini dengan suara lantang ia katakan, “Tekad yang kuat dan nekat untuk belajar keras, maka semua rintangan akan ada jalan, banyak beasiswa yang bisa kita dapatkan selama ada niat,” tegasnya.

Tambahnya, khususnya perempuan, banyak yang takut untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Menurutnya, banyak pelabelan-pelabelan tentang perempuan dan semua itu harus dilawan.

Perempuan kelahiran 13 Maret 1995 ini juga dikenal sebagai sosok yang suka bersosialisasi, hal itu kemudian membuat dirinya mengikuti organisasi-organisasi dan berinteraksi dengan banyak orang.

Kecintaannya itu, ia mulai sejak bangku sekolah. Aktif dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), bertemu dan bercengkerama dengan banyak orang, juga aktif di Pramuka, berinteraksi hingga keluar kota.

Memasuki bangku perkuliahan, Salmia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) “Seni Budaya eSA” dikarenakan ia memiliki bakat teater. Ia juga bergabung di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik. Baginya, sebagai Mahasiswa Jurnalistik di mana pun berada harus kembali ke himpunan. Tidak hanya berkecimpun di organisasi internal, ia juga aktif dalam organisasi eksternal. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), keilmuan dan keislaman ia dapatkan. Bahkan, ia juga mampu bersosialisasi dengan banyak orang, pemikiran dan pengalaman serta ilmu banyak dimilikinya.

Sebab kecintanya dengan sosial. Setelah menjadi alumnus, ia kembali ke masyarakat dan menjadi relawan di demokrasi, juga mengabdikan diri sebagai relawan di rumah hijau Denassa. Tempat edukasi dan harmoni yang di dalamnya anak-anak bermain.

Saat ini, ia mulai membangun rumah baca di tempat tinggalnya. Keinginannya untuk menghimpun sosial khususnya anak-anak agar bisa belajar. “Saya hanya ingin melihat anak-anak cerdas,” ucapnya.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” kalimat inilah yang menjadi motivasinya. Meski bukan dari rahim sendiri tetapi ia ingin menjadi madrasah buat orang lain.

“Tumbuh dan mekarlah,” katanya lagi.

Karena dia ingin membuat perempuan tumbuh untuk melawan dan mekar untuk membuktikan.

Citizen Report: Andi Nurfah
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami