Washilah – Aliansi mahasiswa UIN Alauddin Makassar gelar aksi refleksi akhir semester ke setiap fakultas dengan tiga hal yakni, wujudkan kampus yang bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual, profesionalisme Dosen, dan Infrastruktur tidak tepat sasaran. Rabu (19/12/18)
Salah seorang mahasiswa Febri Akbar dalam orasinya mengatakan bahwa masih banyak dosen yang tidak profesional dalam jabatannya.
“Faktanya bahwa masih banyak dosen yang tidak profesional dalam jabatannya sehingga imbasnya lari kemahasiswa seperti mengkebiri nalar berfikir mahasiwa dan tidak adanya nilai demokrasi dalam ruang kelas,” ucapnya.
Febri menambahkan bahwa pendidikan saat ini cenderung berorientasi pada profit dan komersialisasi.
“Dalam logika pasar itu hanya memikirkan bagaimana mencari keuntungan sebesar-besarnya sehingga melupakan cita-cita utama pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya
lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kampus harusnya menjadi juru selamat bagi mahasiswa.
“Bukan malah menciptakan masalah baru bagi mahasiswa, bukan malah mempersulit aktivitas akademik mahasiswa, bukan pula menjadi penindas dan penghisap bagi para mahasiswa,” tuturnya.
Aksi tersebut akan melakukan mobilisasi umum dengan melibatkan banyak elemen mahasiswa pada Tanggal 3 Januari 2019 mendatang.
Penulis : Nur Qalbina Razak (magang)
Editor : St Nirmalasari











