Washilah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 78 UIN Alauddin adakan Edukasi Stop Perundungan di SDN 117 Leppangeng, Senin (11/5/2026).
Edukasi stop perundungan menjadi salah satu program kerja dikarenakan kasus perundungan kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Program kerja ini merupakan wujud nyata kepedulian Mahasiswa KKN Desa Leppangeng terhadap isu kesehatan mental dan interaksi sosial anak-anak di usia sekolah dasar.
Kepala SDN 117 Leppangeng, Yuliani turut mengapresiasi dan mendukung penuh program kerja ini untuk pencegahan trauma psikologis pada anak-anak sejak dini.
“Kami berterima kasih karena Mahasiswa KKN sangat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah dan bebas dari tindakan perundungan atau bullying,” tuturnya.
Dalam kegiatan edukasi, Mahasiswa KKN menjabaran berbagai jenis perundungan fisik, verbal, dan perundungan sosial. Mereka juga mengajarkan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan siswa ketika melihat atau mengalami perundungan. Siswa-siswi diajarkan metode “berani bicara’’ dan berani berkata “tidak” secara tegas kepada pelaku perundungan, segera menjauh dari lokasi kejadian, dan melaporkannya kepada guru atau orang tua.
Salah satu Mahasiswa KKN, Nurul Hikma B Kalla mengajarkan dan menekankan cara berempati, serta membangkitkan kembali kepercayaan diri korban perundungan agar tidak lagi merasa sendirian.
“Manusia itu diciptakan dengan unik, jadi tidak ada satupun bentuk fisik yang pantas dijadikan bahan ejekan,” pungkasnya.
Mahasiswa KKN lainnya, Nurhidaya berharap dengan terlaksananya kegiatan ini, para pendidik lebih peka terhadap bahayanya perundungan yang terjadi di lingkup pendidikan.
“Supaya tidak ada lagi air mata anak-anak yang menetes akibat intimidasi di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Penulis: Nurhidaya (Citizen Reporter)
Editor: Rhizka Amelia











