Washilah — Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) UIN Alauddin Makassar, gelar aksi demonstrasi di Masjid Agung Sultan Alauddin sebagai bentuk protes karena dilarang masuk di kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).
Jenderal Lapangan yang tak lain adalah Presiden Mahasiswa UIN Alauddin, Zulhamdi Hafid, dalam orasinya pada Kamis (27/8/25), mengecam tindakan pimpinan kampus dan panitia pelaksana yang dianggap telah mengkriminalisasi mereka selama acara PBAK. Ia menyebut perlakuan itu melanggar hak mereka untuk bersuara.
“Momentum PBAK adalah momentum yang dianggap kriminal atas hak keadilan mahasiswa,” ujar Zulhamdi.
Ia juga menambahkan bahwa pimpinan tidak memandang mereka sebagai Lembaga Kemahasiswaan, melainkan kriminal.
“Pada saat jalan ke lokasi PBAK ini kami dianggap kriminal oleh pimpinan, padahal kami datang dengan baik untuk menyampaikan dan memperkenalkan diri sebagai dewan eksekutif mahasiswa,” terangnya.
Tak hanya itu, Sekretaris Jenderal Dema U, Muhammad Mahadir mengatakan pihaknya merasa diacuhkan dan dipandang sebagai ancaman, ia memprotes pimpinan yang dinilai pilih kasih.
“Kita dianaktirikan sama pimpinan dan selalu dianggap ancaman, apakah logis ketika aparat masuk ke dalam saat PBAK dibanding dengan lembaga kemahasiswaan,” ucapnya.
Mahadir juga menyinggung bahwa pembatasan tetap dilakukan meski Presma sempat diberi ruang untuk memperkenalkan pengurus. Menurutnya, setiap pengurus Dema-U bisa memperkenalkan diri seperti halnya SEMA-U.
“Iya, memang di awalnya begitu, tapi tetap ada pembatasan setelah materi Presma yang kenalkan semua pengurus, kan seharusnya pengurus sendiri yang perkenalkan dirinya, seperti halnya SEMA-U,” tuturnya.
Ia menilai pembatasan itu tidak memiliki dasar yang jelas dan hanya menambah keresahan di kalangan mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kemahasiswaan, Baharuddin, mengungkapkan bahwa terdapat SK untuk Dema-U memberikan materi dahulu kemudian melakukan perkenalan, tetapi mereka menolak. Mereka ingin masuk secara bersamaan.
“Ketua Dema memberikan dulu materinya tapi dia tidak mau, dia baru mau tapi semua teman-temannya masuk,” ungkapnya.
Bahar juga menegaskan bahwa panitia PBAK tidak melakukan penolakan terhadap Dema-U untuk melaksanakan kegiatan. Namun, mereka bertindak sesuai arahan pimpinan.
“Kami tidak akan mengambil sikap tanpa ada koordinasi dan konsultasi dengan pimpinan,” tutupnya.
Penulis: Gholib Al Hakam/ Andi Abhar (magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah











