Menggalang Solidaritas untuk Korban Bencana Alam di NTT

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama Presiden Ikatan Mahasiswa Sistem Informasi Indonesia (IMSII) bersama sejumlah anggota Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi bersama dengan beberapa organisasi eksternal setelah menyalurkan bantuan kemanusian kepada korban benca alam di Nusa Tenggara Timur (22/4/2021).

Washilah – Banjir bandang disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak dua minggu yang lalu (04/4/2021) memantik solidaritas dari berbagai pihak dan sejumlah kalangan masyarakat, tidak terlepas juga diantaranya para mahasiswa yang ikut andil sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Sejumlah mahasiswa dari sembilah wilayah di seluruh tanah air yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Sistem Informasi Indonesia (IMSII) ikut bergerak turun ke jalan melakukan penggalangan dana secara terbuka dan membuat posko penyaluran bantuan untuk korban banjir di NTT.

Hal ini bermula ketika adanya pesan singkat dari Presiden IMSII melalui Grup WhatsApp (WA) pada Senin siang, 5 April 2021 lalu.

Presiden IMSII, Rihan Nugraha yang merupakan mahasiswa semester VIII UIN Alauddin Makassar, menyampaikan himbauannya secara tertulis melalui Group WA Keluarga Besar IMSII kepada seluruh Himpunan mahasiswa yang tergabung dalam IMSII untuk melakukan penggalangan dana secara bersama.

“Salam kawan-kawanku semua, untuk menyikapi musibah perihal bencana alam banjir bandang di NTT beberapa hari yang lalu, maka kiranya kita akan adakan penggalangan dana bantuan donasi untuk saudara kita di sana,” tulisnya dalam kolom pesan.

Ia menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari gerakan ini mengarah pada asas kemanusiaan dan sosial atas bencana di NTT yang menelan korban jiwa maupun materi.

“Jadi maksud dan tujuannya tidak lari dari asas kemanusiaan dan sosial dalam melihat kondisi yang terjadi di NTT, yang dimana bencana tersebut banyak memakan korban jiwa dan materi,” jelasnya.

Dalam sistem penggalangan dana yang dilakukan, Rihan menekankan bahwa untuk penyebaran informasi hanya menggunakan satu pamflet untuk semua wilayah.

“Jadi persoalan sistemnya itu kita cukup pakai satu pamflet saja untuk semua wilayah, ” tegasnya.

Berlanjut dari adanya penyampaian tersebut, tepat pada malam hari setelahnya, sebuah pamflet bertuliskan “IMSII TAGANA” (IMSII Tanggap Bencana) dan keterangan terkait penggalangan donasi lainnya terpublish di grup.

Sementara itu, dalam suasana diskusi grup, salah satu anggota IMSII, Romario Firera, berasal dari STMIK Akba Makassar menyarankan agar nantinya donasi ini disalurkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar terhindar dari penyalahgunaan dana.

“Saran pres pake jalur ini, karena sempat saya survei untuk organisasi yang berbasis sistem informasi minim dan untuk kontak dan media sosialnya tidak dicantumkan. Untuk BPBD kontak dan media sosialnya lengkap,dan untuk lebih memasifkan lagi kita minta sertifikat dan foto penyaluran, untuk menghindari penyalahgunaan dana,” saran Romario.

Senada dengan itu, La Ode Jodi, anggota IMSII yang berasal dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya menambahkan opsi yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga penyalurnya.

“Selain BPBD, ACT juga bisa sebagai lembaga penyalurannya, terlebih di kepengurusan sebelumnya sudah ada relasi yg terjalin antara IMSII dan ACT, jadi bisa lebih mudah untuk komunikasinya,” tambahnya.

Dua hari berselang, dalam notulensi rapat yang dibagikan di grup WA pada tanggal 7 April 2021, Presiden IMSII menyampaikan beberapa point penting. Ia menghimbau kepada masing-masing wilayah untuk membuka komunikasi dengan lembaga sosial.

“Masing-masing wilayah agar membuka komunikasi dengan lembaga sosial, perihal sistem penyaluran donasinya, nanti akan kita tetapkan di diskusi selanjutnya untuk lembaga mana yang akan diajak kerjasama,” tulisnya dalam imbauan tersebut.

Kemudian, sebagai organisasi yang menghimpun mahasiswa jurusan Sistem Informasi (SI), Ia juga meminta untuk mahasiswa yang menjabat sebagai pengurus untuk melakukan pendataan mahasiswa SI yang terdampak.

“Mendata masyarakat SI yang ada disekitar lokasi terdampak agar kiranya bisa membantu atau dibantu perihal pengawalan penyaluran donasi kita,” lanjutnya menulis pesan himbauan.

Selain menghimpun donasi melalui penyebaran informasi pamflet, Presiden IMSII menyampaikan bahwa aksi penggalangan bantuan dan donasi juga bisa dilakukan dengan cara lain.

Salah satu Koordinator Wilayah (Korwil) yang tergabung, tepatnya pada Korwil satu yang meliputi bagian Aceh dan Sumatera Utara, melakukan aksi penggalangan dana dengan cara turun ke jalan.

“Yah, untuk di teman-teman di Korwil 1 mereka juga melakukan pengumpulan dana dengan cara ke jalan secara langsung,” sampainya.

Beberapa mahasiswa dari Korwil satu menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) warna biru muda yang dikoordinir oleh Anif Habibullah yang juga merupakan Demisioner Korwil satu dan sejumlah mahasiswa berorasi di depan Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe, Aceh sambil membentangkan spanduk panjang bertuliskan ‘Dari IMSII Untuk Indonesia.

Pada tanggal 12 April 2021, Kominfo IMSII memposting pamflet informasi dana yang terkumpul tertulis sebesar Rp. 3.750.000 pertanggal 11 April 2021.

Tak lupa, Presiden IMSII juga menegaskan bahwa nantinya, donasi yang terkumpul itu akan disalurkan melalui dua lembaga penyalur yang berbeda.

“Jika dana yang kita kumpulkan sudah maksimal sesuai waktu, kami akan segera salurkan melalui 2 lembaga penyalur donasi yang sudah bekerja sama dengan kami,” ucapnya.

Sebelum melakukan penyaluran donasi, Presiden IMSII ditemani bebrapa anggota Himpunan Mahasiswa SI lainnya melakukan pertemuan secara langsung dengan beberapa Organisasi Daerah (Organda) NTT untuk membahas perihal pengalokasian dana bantuan.

“Untuk donasi ini akan dialokasikan di dua titik wilayah terdampak yaitu di Lembata dan Alor, NTT,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan besaran pembagian dana yang disalurkan dan cara penyalurannya melalui lembaga ACT dan Aliansi Organda NTT.

“Dana yang terkumpul, disalurkan melalui 2 lembaga yaitu lembaga sosial ACT sebesar Rp. 2.000.000  dan Aliansi Organda NTT sebesar Rp. 3.008.000,” tuturnya.

Penyaluran pertama hasil donasi diserahkan kepada ACT  Cabang Jawa Timur pada Rabu, 21 April 2021 oleh Silvia Dewi, selaku Bendahara Pusat didampingi oleh kawan-kawan Himpunan Mahasiswa SI dari IMSII Korwil VII yang mencakup daerah (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara).

Sedangkan untuk penyaluran kedua hasil donasi baru dilakukan pada Kamis malam, 22 April 2021 di sekitaran Pelabuhan Kota Makassar.

Presiden IMSII hadir mengenakan Almamater biru kebanggan IMSII didampingi kawan-kawan Himpunan Mahasiswa SI dari IMSII Korwil VIII yang mencakup daerah (Kalimantan, Sulawesi & Indonesia Timur).

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Presiden IMSII kepada Abdul Basith Nolowala, sebagai perwakilan Aliansi Organda NTT. Ia berharap nantinya apa yang dilakukan ini bisa sedikit meringankan beban saudara kita di NTT.

“Harapan kami dengan adanya donasi bantuan kemanusiaan ini bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ucapnya.

Sebagai penutup, Ia menyampaikan ucapan terimakasih melalui pesan singkat di grup WA dan mengajak untuk mendoakan kesalamatan untuk kawan-kawan yang menyalurkan donasi.

“Terima kasih kawan-kawan yang sudah menyempatkan hadir, dan kita doa’kan sama-sama semoga selamat sampai tujuan untuk kawan-kawan yang menyalurkan donasinya kita.” tutup mahasiswa UIN Alauddin Makassar itu.

Penulis : Muhammad Fuzan

Editor : Ardisnsyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami