Al Maun Gelar Aksi Tolak SK 594 Saat Wisuda 86 Berlangsung

Facebook
Twitter
WhatsApp
Beberapa Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak SK Rektor No.594 Tahun 2020 dan Berikan Pemotongan sebesar 50%", Selasa (28/07/2020)

Washilah- Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (AlMaun) Melawan takdir Kembali melakukan aksi penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) Rektor No.594 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) didepan Training Center (TC) Hotel dan Convention Kampus I UIN Alauddin Makassar Jl Sultan Alauddin, Selasa (28/07/2020).

Bersamaan dengan digelarnya aksi tersebut, didalam gedung Training Center juga sedang berlangsung proses wisuda angkatan 86 oleh dua Fakultas yakni Fakultas Kesehatan Ilmu Kedokteran (FKIK) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar.

Walaupun sedang berlangsung acara wisuda, tak menyurutkan semangat massa aksi dalam menyampaikan aspirasi penolakan terhadap SK No.594 yang menangguhkan SK No.941 Tentang Keringanan UKT kepada mahasiswa.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema – U) Ahmad Aidil Fahri mengungkapkan, SK yang di keluarkan pihak pimpinan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mahasiswa di situasi saat ini, itulah alasan kenapa Al-Maun tetap menolak SK Rektor No. 594.

” SK 594 dengan SK sebelumnya tidaklah beda jauh karena kebijakannya belum sesuai dengan apa yang diharapkan disituasi sekarang. Itulah kenapa kami masih tetap menolak SK tersebut dan tetap menuntut apa yang menjadi harapan kami,” ungkapnya.

Sebelumnya pada aksi mahasiswa tanggal (27/07) kemarin, didepan gerbang Kampus II UIN Alauddin Makassar Ahmad Aidil Fahri angkat bicara persoalan tuntutan kepada Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswan dan Alumni Prof.Dr.Darussalam.

Ia menjelaskan rincian persenan yang menjadi tuntutan mahasiswa. ” Kami datang di sini ialah untuk menuntut 50% secara general, 60% kepada mahasiswa yang mengambil 6 SKS kebawah, 80% kepada mahasiswa yang hanya menyelesaikan skripsi dan juga pembebasan untuk mahasiswa yang terdampak covid 19 terkhusus untuk orangtua yang meninggal,” jelasnya.

Dalam kesempatan dialog itu juga Warek III Prof.Dr.Darussalam menjelaskan mengenai keputusan penetapan subsidi UKT kepada mahasiswa.

” 20% pemotongan itu adalah SK yang sudah di pertimbangkan dengan menyisir kegiatan dan potongan itu sudah meminimalisir semua kegiatan di fakultas. Dengan itu saya menyampaikan dan ini merupakan hasil rapat pimpinan bahwa 20% itu adalah upaya maksimal pimpinan untuk keperpihakan kepada anak anakku, maka saya sampaikan SK 20% Rektor itu tidak akan berubah lagi,” tutupnya.

Sampai aksi hari ini selesai mahasiswa menyatakan sikap akan tetap mengawal permasalahan UKT di kampus hijau UIN Alauddin Makassar.

Reporter: Reza Nur Syarika

Editor: Nurul Wahda Marang

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami