Mahasiswa FEBI Alami Represif Saat Ikut Berdemonstrasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Iben saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Samata jl H.M Yasin Limpo.

Washilah – Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengalami cedera saat mengikuti seruan aksi Al-Maun Melawan Takdir, di depan gerbang Kampus II UIN alauddin Makassar dan mendapatkan empat jahitan di bagian kepala, Senin (15/6/2020).

Kericuhan terjadi pada pukul 13:40 Wita, saat mahasiswa hendak memasuki kampus. Kemudian dihalangi oleh Satuan Keamanan (Satpam) kampus dan aksi saling mendorong tidak dapat terelakkan.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengatakan saat bertemu massa aksi di depan pintu gerbang, akan menyikapi dan memproses tindak represif ini.

“Kalau ada yang disebut tadi tindakan represif saya akan mengecek dan memproses langsung dan mengambil sikap,” ujarnya.

Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) Ahmad Aidil Fahri, mengatakan sangat menyayangkan tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan kampus dalam aksi yang di gelar mahasiswa.

“Kami sangat menyayangkan terkait masalah tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan dalam aksi. Salah satu aksi massa mengalami luka di bagian kepala dan kami dari lembaga kemahasiswaan masih menunggu sikap dari pada pimpinan untuk menindaklanjuti,” katanya.

Iben mahasiswa yang menjadi korban menjelaskan, ketika mahasiswa dan aparat saling mendorong ia lari keluar untuk mengamankan diri.

“Tadi ketika teman-teman mahasiswa dan aparat saling bertengkar itu saya sendiri melarikan diri, untuk mengamankan diri, masih ambigu lemparan batu dari mana,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, posisinya sedang menghadap keluar ketika melarikan diri.

“Posisi melarikan diri saya itu keluar dan yang kena batu itu bagian belakang,” imbuhnya.

Dalam aksi yang melibatkan hampir seluruh dari perwakilan fakultas ini, membawa isu tuntutan transparansi anggaran Uang Kuliah tunggal (UKT) dan meminta pernyataan sikap dari Rektor untuk mengadakan audiensi dengan mahasiswa.

Penulis : Reza Nur Syarika
Editor : Rahma Indah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami