Dorong Perlindungan Anak, LP2M UIN Alauddin Gelar Awarding Pesantren Ramah Anak

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Rosmini, saat memberikan penghargaan kepada para nominator terbaik di kegiatan "Awarding Pesantren Ramah Anak" di Hotel Ibis, Sabtu, (22/11/2025).

Washilah—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar gelar “Awarding Pesantren Ramah Anak Sulawesi Selatan” di Hotel Ibis, Makassar, Sabtu, (22/11/2025).

Kegiatan ini adalah kolaborasi antara LP2M UIN Alauddin Makassar dengan UNICEF, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sulawesi Selatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, mengatakan bahwa tujuan pesantren ramah anak adalah untuk mewujudkan pesantren sebagai lingkungan belajar yang nyaman dan membangun perlindungan anak juga prasarana, pola asuh, dan praktik sosial.

“Jadi kita menciptakan perlindungan anak dalam prasarana, pola asuh, dan juga praktik sosial, dan juga melalui lembaga khusus di masing-masing pondok pesantren, ” ucap Henky.

Ia juga menegaskan bahwa kapasitas pengasuh dan pelajar perlu diperkuat untuk melaksanakan kepengasuhan positif serta mampu memberikan dukungan ilmu sosial, termasuk kemampuan untuk menangani hal yang berbau seksual.

“Kita memperkuat kapasitas pengasuh dan pengajar untuk membangun kemampuan dalam menangani hal terkait kekerasan seksual yang merupakan ancaman di dunia dan di Indonesia saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LP2M, Rosmini, mengatakan bahwa Kementerian Agama selaku induk dari pesantren harusnya memiliki perhatian yang lebih terhadap pesantren.

“Ada dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama bagaimana kemenag mengafirmasi melalui anggaran terhadap berbagai program perlindungan anak di Pesantren, dan yang kedua adalah melakukan kegiatan untuk membangun kapasitas pengasuh,” ujar Rosmini.

Rosmini juga menegaskan bahwa peningkatan kapasitas bukan hanya dilakukan untuk pengasuh, tetapi juga kepada para santri.

“Tidak hanya pengasuh, tetapi juga kapasitas santri, karena sesungguhnya santri yang sudah diedukasi akan memiliki pola pikir yang positif,” tutupnya.

Adapun Pesantren yang  memperoleh penghargaan pada kegiatan kali ini, di antaranya:

1. Kategori Pesantren Ramah Anak Terbaik Sulsel diraih oleh Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Makassar

2. Kategori Kebijakan/ Regulasi Terbaik diraih oleh Pesantren Sultan Hasanuddin Gowa

3. Kategori Sistem Pengasuhan Terbaik diraih oleh Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone

4. Kategori Partisipasi Santri Terbaik diraih oleh Pesantren Babul Khaer Bulukumba

5. Kategori Kemitraan Terbaik diraih oleh As’adiyah Pusat Sengkang Wajo

6. Kategori Inovasi Terbaik diraih oleh Pesantren IMMIM Makassar

7. Kategori Lingkungan Asri dan Aman Terbaik diraih oleh Pesantren Al Ikhlash Addary DDI Takkalasi Barru.

Penulis: Nur Rahmah Hidayah 
Editor: Redaksi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami