Dirikan Panggung Ekspresi, Al Maun Akan Lakukan Parodi Penolakan UKT

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Al Maun) mendirikan panggung dari kain hitam, yang nantinya akan digunakan untuk melakukan parodi penolakan UKT, Selasa (30/6/2020).

Washilah – Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Al Maun), mendirikan panggung ekspresi yang akan digunakan untuk melakukan aksi penolakan terhadap Surat Keputusan (SK), yang dikeluarkan oleh Rektor dengan nomor 491 tahun 2020.

Tepat pukul 14.45 WITA massa aksi mulai berkumpul dan mendirikan panggung tersebut. Panggung ini dibangun di depan pintu gerbang Kampus II UIN Alauddin Makassar, tepatnya di jalur keluar kendaraan, Selasa (30/6/2020).

Pada sisi depan panggung terdapat kritikan yang bertuliskan bebaskan UKT semester ganjil, adapula spanduk yang berisikan menolak SK Rektor UIN Alauddin nomorĀ 491 tahun 2020.

Agung Prama Sarno selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema-F) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), menuturkan bahwa tujuan pengadaan panggung ini, yakni untuk menyampaikan beberapa penolakan dari mahasiswa.

“Jadi tujuannya itu adalah salah satu tindakan untuk menyampaikan beberapa hal yang terkait persoalan SK Rektor nomor 491, yah terkait penolakan poin poin yang ada di dalamnya,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Pengamanan (Satpam) UIN Alauddin, Syarifuddin mengatakan seharusnya mahasiswa meminta izin sebelum melakukan aksi.

“Seharusnya ini toh ada aksi seperti ini, harus minta izin setidaknya untuk pemakaian fasilitas yang ada didepan sini, tapi kan adek adek kita maklumi selama ini, apa apa yang dilakukan itu tetap kita maklumi,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa segala aksi yang ada, itu akan menganggu aktivitas keamanan kampus, namun pihak keamanan tetap memberi dukungan sepanjang hal tersebut dianggap aman.

“Bagi kita, apapun aksinya itu tetap dianggap menganggu di aktivitas keamanan kampus, karena persoalannya ini terlalu menjorok di orang orang yang lalu lalang, namun kita tidak bisa pungkiri dan tidak ada juga hak untuk melarang, jadi tetap kita akan memberikan dukungan sepanjang itu dianggap aman,” pungkasnya saat ditemui di Kampus II UIN Alauddin.

Panggung ini juga rencananya akan digunakan untuk parodi penolakan UKT, konferensi pers, pembedahan data, lapak baca dan juga akan digunakan untuk nonton bareng (nobar).

Penulis: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami