Kuliah Online Jadi Beban Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi | Sahrul Mubarak

Oleh : Sahrul Mubarak

Kuliah online murupakan hal yang baru di kalangan pelajar kebijkan kuliah online itu keluar setelah covid-19 hadir dan mengancam kemaslahatan ummat manusia dengan mewabahnya virus ini maka di ambillah kebijakan social distancing dan segala kegiatan sebaiknya di lakukan di rumah.

Kebijakan kuliah online di ambil agar proses belajar tetap berjalan di tengah mewabahnya virus ini. Sejumlah kampus sejak senin (16/03/2020). Mengambil kebijakan agar kuliah di lakukan secara online (daring).

Namun kebijakan kuliah online tidak begitu efektif dikarenakan beberapa keluhan dari pada Mahasiswa. Kuliah online yang di harapkan mampu menjadi solusi untuk tetap berjalannya proses belajar mengajar itu tidak sesuai dengan realitas yang ada dimana kuliah online bahkan membebani Mahasiswa.

Di satu sisi kuliah online juga mongoyak dompet para mahasiswa bahagimana tidak untuk melakukan kuliah kita harus menggunakan aplikasi meeting vidio dan itu membutuhkan kuota yang cukup banyak untuk kelas mahasiswa juga di kembalikan latar belakang ekonomi semua mahasiswa tidak sama. Lalu bagaimana dengan UKT yang telah di bayarkan tetapi mahasiswa tidak menikmati fasilitas secara full.

Meskipun salah satu Provider menyediakan diskon kuota sementara selama mewabahnya virus terhitung bulan maret tetapi itupun belum efektif di karenakan jaringan internet pun belum merata. Sedangkan beberapa Mahasasiswa sejak mewabahnya virus memilih untuk pulang ke kampung masing-masing mungkin karena merasa tidak aman di perantauan. Yang rata-rata kualitas jaringan di kampung tidak mendukung untuk mengakses Aplikasi meeting berbasis video.

Mahasiswa di kampung pun harus keluar untuk mencari jaringan internet agar bisa terhitung hadir di kelas Online. Entah ke suatu titik tertentu yang dirasa kulaitas jaringannya mampu untuk di akses dalam kebutuhan kuliah online.

Selain itu bebeapa tugas yang di berikan juga membebani mahasiswa dengan dosen yang menentukan deadline pengumpulan tugas. Bagaimana mahasiswa tidak merasa terbebani segala aktifitas harus di lakukan di rumah di tambah dengan tugas yang di berikan itu akan memberikan dampak psikologis bagi Mahasiswa.

Dengan adanya keluhan dari Mahasiswa dosen tentunya harus bisa memahami kondisi psikologis mahasiswa dalam memberikan tugas. Sebaiknya tugas di berikan secara Offline dan mahasiswa tidak usah di buru untuk hadir di kelas online. Semua sebaiknya ada jeda untuk tetap menjaga kesehatan.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) Semester II. 

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami