Washilah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 77 menggelar kegiatan Cegah Stunting di Rumah Gizi Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Senin (11/8/2025).
Koordinator Desa, Hafidh Ayatullah mengatakan kegiatan ini mengajak masyarakat membuat brownies dari daun kelor. Daun kelor dipilih karena kaya akan nutrisi dan berpotensi sebagai solusi untuk mencegah stunting yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan protein yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak.
“Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi peningkatan kejadian stunting pada anak-anak di Desa Cilellang dengan memanfaatkan tumbuhan alam yang banyak ditemukan di desa tersebut, yaitu daun kelor,” ujarnya.
Sekretaris Desa, Nur Aulia Ananda menuturkan stunting adalah kondisi di mana anak memiliki postur tubuh yang rendah dari standar usianya. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi secara fisik saja, namun juga secara intelektual (IQ).
“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tapi juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan kesehatan anak secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang dampak dan penyebab stunting. Dampak stunting meliputi mudah terserang penyakit, kemampuan kognitif lemah, dan sulit konsentrasi. Sementara itu, penyebab stunting yaitu kurang gizi, pola asuh yang tidak tepat, dan sanitasi yang buruk.
Tim Pendamping Gizi Desa, Salmawati mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN yang mengedukasi ibu-ibu untuk menginovasikan makanan sehat bagi anak-anak. Menurutnya, membuat kue dengan daun kelor dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang tidak mau makan sayur.
“Potensi daun kelor sebagai solusi untuk mencegah stunting di Desa Cilellang sangat bagus karena mayoritas warga di daerah pesisir pantai ini memiliki pohon kelor di halaman rumah mereka,” ungkapnya.
Ia berharap dengan inovasi membuat kue brownies bisa menurunkan angka stunting di Desa Cilellang, terutama bagi anak-anak yang memiliki berat badan kurang dan gizi kurang.
penulis: Fitri Ramadani (Citizen Reporter)
Editor: Hardiyanti











