Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum (IH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan kajian online dengan tajuk Peran Perempuan dalam pusaran Covid-19, Minggu (19/04/2020).
Kajian ini dilaksanakan melalui via group Whastsapp, yang dibawakan oleh Demisioner Senat Mahasiswa (Sema) FSH periode 2019/2020 Khalifah Wini Mujaddidah Akbar.
Pemateri menjelaskan bahwa peran perempuan di tengah pandemi covid-19 ini sangat besar.
“Peran Perempuan sangat besar, apalagi 70% tenaga medis adalah perempuan, dia garda terdepan yang menangani covid. Mengorbankan dirinya, waktu bersama keluarganya hanya untuk memastikan nyawa orang lain selamat,” jelasnya.
Lebih lanjut pemateri mengatakan bahwa kita tidak harus jadi tenaga medis untuk berguna di tengah pandemi ini.
“Kita tidak harus menjadi tenaga medis untuk berguna bagi sesama, cukup di rumah saja. Di rumah saja bukan berarti tidak produktif. Artinya kita bisa mengedukasi masyarakat awam terkait penanganan, dan pencegahan covid itu sendiri,” ucapnya.
Perempuan yang kerap disapa Wini ini juga menyampaikan bahwa ditengah pandemi ini yang paling dirugikan adalah perempuan.
“Dalam situasi ini yang paling dirugikan adalah perempuan, mengingat kita masih hidup dalam jeratan patriarki. Sementara pemerintah melarang kita keluar rumah untuk bekerja, perempuan harus memastikan dapurnya tetap berasap,” ungkapnya.
Perempuan berkacamata ini juga mengutip ucapan Najwa Shihab ‘Bahwa perempuan yang baik adalah perempuan yang menguatkan perempuan lainnya’
Sementara itu, Kepala Bidang Keperempuanan HMJ Ilmu Hukum Nisha Pratiwi Sasmitha mengaku bahwa kajian berjalan lancar, tertib, dan aktif.
“Kajian ini diikuti oleh 41 orang dan alhamdulillah berjalan dengan lancar, tertib, dan aktif,” tuturnya.
Penulis : Arya Prianugraha
Editor : Rahma Indah











