Hendak PHK Massal, Cleaning Service UIN Alauddin Kecam PT Arco

Facebook
Twitter
WhatsApp
Puluhan Cleaning Service (CS) mendatangi Gedung Rektorat untuk menentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan PT. Arco secara sepihak.

Washilah – Puluhan petugas Cleaning Service (CS) mendatangi Gedung Rektorat untuk menentang perihal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Secara sepihak yang dilakukan PT. Arco sebagai pihak kedua untuk CS, berlangsung di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Minggu (2/2/2020).

Koordinator CS UIN Alauddin Makassar Abdul Wahid Daeng Tompo, mengatakan isu adanya PHK yang menurutnya sepihak muncul pada pertemuan di Auditorium hari sabtu kemarin.

Pria yang kerap disapa Daeng Tompo ini juga mengungkapkan petugas CS yang diPHK menghampiri 50%.

“Hampir 50% terkena PHK, Dari 150 orang petugas cleaning service, kurang lebih 70 orang yang diPHK. Datanya semua itu sudah ada pada PT. Arco,” ungkapnya.

Selain itu Daeng Tompo yang mengaku sudah belasan tahun bekerja sebagai CS di UINAM membeberkan PT. Arco Makassar yang saat ini sebagai pihak kedua sebenarnya bukan pemenang tender.

“PT. Arco bukan pemenang tender, yang diterima itu cuma 4 besar, dia tidak termasuk. 4 itu yang masuk PT. Baniara Novita, PT. Aristek, PT. Riztechindo, dan yang terakhir PT. Dinar Mutiara Sakti,” bebernya.

Daeng Tompo juga menambahkan hampir semua yang diPHK adalah mereka yang mata pencahariannya semata-mata sebagai CS.

“Jadi kalau mereka dipecat tidak adami kerjanya, jadi kita berkumpul disini untuk menolak PT. Arco karena tidak sesuai dengan kemauannya cleaning service,” tambahnya.

Berbeda dengan kepala cabang PT. Arco Makassar, Ismail memberikan keterangannya dia tidak mengeluarkan.

“Kalau berbicara soal dikeluarkan kami tidak ada yang dikeluarkan karena bapak dan ibu ini belum terikat di perusahaan kami, berarti kami bukan mengeluarkan kecuali kalau saya sudah ambil terus dikeluarkan itu berarti saya keluarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan data CS yang diambil kembali sebagai proses untuk dimasukkan ke perusahaan dan keputusan tersebut belum final.

“Ini belum final apakah saya ambil atau tidak, tapi kan untuk proses butuh didata dulu dan datanya semua ada di mobil,” tutupnya.

Penulis : Arya Nur Prianugraha
Editor : Rahma Indah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami