Pedagang Kecewa Sewa Lapak di Kantin UIN Alauddin Naik Hingga Rp 15 Juta

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana kantin UIN Alauddin Makassar.

Washilah – Warga Kelurahan Samata dan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang menggantungkan hidup dari berjualan di Kantin UIN Alauddin Makassar mengaku kaget dan kecewa karena naiknya harga sewa yang begitu drastis.

Sebelumnya, kantin yang berukuran panjang 5 meter dan lebar 2 meter itu hanya disewa dengan harga Rp 6.600.000 per tahun oleh warga yang telah berjualan selama tujuh tahun di sana.

Koordinator Aliansi menolak kenaikan tarif kantin, Hasni Daeng Kebo mengatakan banyak pedagang yang keluar jika tarif tersebut naik.

“Kita sudah jualan selama tujuh tahun di sini, kalau misalkan jadi naik, maka banyak yang keluar, saya juga menyerah,” katanya, Kamus (23/1/2020).

Dirinya mengaku, dengan biaya Rp 15.000.000 per tahun itu lebih sulit didapatkan dan pastinya harga akan lebih mahal. Terlebih lagi untuk membeli bahan baku harus di Lembaga Pusat Pengembangan Bisnis (LP2B) yang harganya lebih tinggi dari pengecer.

“Sekarang pelayanan satu pintu harus melalui P2B baru harganya mahal,” terangnya.

Selain itu, ibu dua anak ini yang juga merangkap sebagai bapak membeberkan tempatnya melapak sebagai tumpuan harapan dalam menghidupi keluarga.

Lanjut, pemilik kantin Bunda Adab tersebut berharap sewa tarif kanin tidak ada kenaikan.

“Kedepan diharapkan tetap, kalau bukan di sini di mana lagi nasib anak-anak,” jelasnya.

Ia menyayangkan keberadaan UIN Alauddin yang harusnya mensejahterakan, akan tetapi kata dia malah menyengsarakan.

“Salah satunya, UIN Alauddin berada di Samata mensejahterakan tapi yang terjadi menyengsarakan,” terangnya.

Penulis: Muhammad Aswan Syahrin

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami