Puisi “Rasa” oleh: Andriani/magang

Facebook
Twitter
WhatsApp

Rasa

Rasa itu datang menghampiri
Perih menyiksa jiwa
Meski ku tahu kan begitu
Ku tetap menapaki

Rasa yang teramat malang
Bagaikan alang-alang
Biarkan tumbuh subur tak terawat
Tetap ada walau terabaikan

Kau pompa jantungku dengan pesonamu
Kau ciptakan fantasi indah lewat perilakumu
Kau biarkan intuisiku tak tentu arah
Dan akhirnya kau gores hatiku dengan sebuah kisah

Kau sirami rasa yang tandus
Dengan tatapan yang berlalu
Kau perban luka-luka ini
Dengan senyuman sesaat

Puisi oleh: Andriani/magang

  Berita Terkait

Rimpuh

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami