Washilah — Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar mengeluhkan penjualan buku oleh oknum dosen.
Diketahui, ada dua buku yang direkomendasikan untuk dibeli mahasiswa oleh oknum dosen tersebut, yakni buku Sejarah Peradaban Islam versi satu seharga Rp104.000 dan Sejarah Peradaban Islam versi dua dengan harga Rp130.000.
Salah satu mahasiswa, sebut saja Gajah (bukan nama sebenarnya), mengaku keberatan dengan penjualan buku yang dianggap memberatkan, khususnya bagi mahasiswa perantau.
“Harusnya mengerti kondisinya mahasiswa, toh, apalagi yang ekonominya pas-pasan,” ungkapnya.
Gajah juga menambahkan bahwa dosen bersangkutan pernah marah saat di kelasnya tidak ada mahasiswa yang membeli buku yang dimaksud.
“Dengan kesal dia bilang, ‘Kelas ini tidak ada yang mau beli buku, pelit sekali! Lebih mahal kuota kalian daripada buku ini. Biar satu pun tidak ada yang beli. Beda sama kelas lain yang sudah beli buku,” tuturnya menirukan.
Keluhan serupa datang dari Raju, ia mengatakan di tengah keterbatasan finansial sebagai anak rantau, dirinya harus memikirkan kebutuhan sehari-hari sehingga untuk membeli buku cukup berat baginya.
“Ada tong keterbatasan ekonominya mahasiswa, mereka selalu berpikir mau makan apa bulan ini kalo beli itu buku,” ucapnya.
Menurutnya, harga buku tersebut terlalu mahal, sehingga beberapa mahasiswa memilih untuk meminjam buku di Perpustakaan.
“Sama saja, baru satu mata kuliah saja sudah mahal bukunya. Mending pinjam, karena masih banyak mata kuliah lain yang juga butuh referensi,” jelasnya.
Terkait oknum dosen yang menjual buku kepada mahasiswa FAH, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2008 Pasal 11 ditegaskan bahwa pendidik dilarang menjual buku kepada peserta didik secara langsung maupun tidak langsung.
“Pendidik, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah/madrasah, dinas pendidikan, serta pihak terkait lainnya dilarang menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan,” bunyi pasal tersebut.
Menanggapi keluhan mahasiswa, dosen terkait, Nurlidyawati mengatakan rekomendasi pembelian buku tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi mahasiswa.
“Melihat literasi mahasiswa yang sangat kurang, maka sebagai solusi mahasiswa diarahkan untuk membaca referensi, bukan saat kuliah malah buka Google,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, Touku Umar menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan evaluasi secara internal.
“Saya akan melakukan evaluasi jurusan, modelnya akan secara rahasia,” katanya, Selasa, (4/11/2025).
Penulis: Nyong/ Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Hardiyanti











