Menulis itu Susah tidak Sulit.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Oleh | Muh Fathul Amin
Salah satu wadah untuk membuktikan kepada khalayak kalau kita ada, layak ada dan memang ada di dunia ini adalah dengan menulis, Berbeda dengan berkata, berkata hanyalah meluapkan segala fikiran yang ingin dikatakan, untuk dikatakan kepada khalayak, tapi sangatlah susah untuk tersimpan dengan baik di dalam memori yang kecil ini, tetapi menulis, selain mengeluarkan isi kepala yang ingin dikeluarkan sangatlah gampang untuk mengingat hasil fikiran tersebut dengan tulisan.
Menulis sangatlah susah tetapi sangatlah tidak sulit, itulah yang penulis telah rasakan, membandingkan kata-kata susah dan sulit memang tidak mudah, banyak orang yang tidak bisa membandingkan kedua kata ini, memang terlihat sangat sepeleh tapi mengandung makna yang dalam ketika dikaji lebih jauh, penulis mencoba memberi defenisi yang berbeda mengenai kedua kata tersebut, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) perbedaan kata susah dan sulit sebagai berikut:
susah /su·sah/ a 1 rasa tidak senang (krn sukar, sulit, berat, dsb): — benar memenuhi permintaannya; 2 merasa tidak aman (dl hati); selalu gelisah dan khawatir; sedih: bukan main — hatinya menerima kenyataan pahit itu; 3 sukar: masalah itu — sekali mengatasinya; 4 tidak mudah (mendapat, mencari, dsb): — mendapat pembantu serajin dia; 5 kekurangan; miskin: hidupnya kini serba –; (http://kbbi.web.id/)
sulit /su·lit/ a 1 sukar sekali; susah (diselesaikan, dikerjakan, dsb): pekerjaan yg — diselesaikan; rasanya — baginya untuk memberitahukan hal itu kepadamu; 2 susah dicari; jarang terdapat: obat semacam itu — didapat; 3 dirahasiakan (sukar diketahui dsb); tersembunyi: tempat — pun ia tahu; ia dapat mengetahui hal yg –; 4 gelap (rahasia, tidak terang-terangan): apa yg mereka lakukan itu merupakan perbuatan yg –; 5 dl keadaan yg sukar (genting, gawat, dsb): penghidupan yg — itu kita hadapi dng sabar dan tawakal; keadaan ekonomi yg semakin –; (http://kbbi.web.id/)
menurut penulis peribadi, perbedaan kedua kata di atas hanya bisa diketahui ketika seseorang memulai menulis, kenapa demikian, karena sekarang penulis sangat merasakan perbedaan tersbut, kata susah dan sulit, dua kata yang ketika ingin didefenisikan akan memiliki makna yang hampir sama jikalau tidak diperhatikan secara seksama.
Menulis itu sangatlah susah, banyak orang yang mengeluh ketika ingin memulai menulis, kenapa saya tidak bisa menulis?, kenpa orang lain bisa menulis sedangkan saya tidak? Kenapa kelihatannya menulis itu sangatlah gampang tetapi kok saya tidak bisa?, kalimat kalimat ini yang sering terlontar dari seorang yang ingin memulai menulis. menulis itu sangatlah susah karena anda tidak mau memulai, anda ingin langsung menghasilkan karya tulis yang indah, anda malu-malu untuk memulai menulis karena takut hasil tulisan anda jelek, dan lain sebagainya. Menulis itu sangatlah susah ketika anda tidak ingin memulainya dan langsung ingin menghasilkan karya yang indah dibaca, Itulah defenisi kata susah menurut penulis.
Semua butuh proses, kupu-kupu di taman Nasional Banti Murung membutuhkan proses untuk menjadi seeokr kupu-kupu yang sangat indah dipandang, mulai dari telur yang tidak akan dipandang mata, ulat kecil yang sangat menjijikkan, ulat dewasa yang bisa membuat badan gatal, kemudian menjadi kepompong yang hanya tinggal di pohon bergelantungan dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang sangat indah di pandang mata bahkan orang rela membayar hanya untuk melihatnya, begitulah kurang lebih proses untuk menjadi seorang penulis.
Menulis itu tidak sulit, ketertarikan kepada dunia tulis menulis adalah modal utama untuk menjadi seorang penulis dan memulai menulis adalah langkah selanjutnya. penulis yakin ketika anda telah melewati tahap ini, anda akan berani berkata kalau menulis itu teryata tidak sulit dan sangatah mudah.
Itulah yang telah dirasakan oleh penulis mengenai dunia kepenulisan, menulis itu susah tapi tidak sulit.
Mari mulai menulis.! 

*penulis adalah mahasiswa BSI semester IV yang sekarang sedang berada di Thailand

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami