Siapa Bilang Presiden SBY Tersandera?

Facebook
Twitter
WhatsApp

SBY
Jakarta — Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan, orang-orang yang menganggap bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersandera oleh partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah dalam melakukan reshuffle atau perombakan kabinet memiliki kesimpulan sesat.
Daniel mengatakan, dalam melakukan penataan kembali Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden mengendalikan proses tersebut sepenuhnya.
“Semua anggapan yang dibuat orang bahwa Presiden tersandera, terdikte, terikat tangannya oleh koalisi adalah fatamorgana belaka. Itu akibat kalau orang melihat realitas dari kejauhan. Tidak terhindarkan, kesimpulannya pasti sesat,” kata Daniel kepada Kompas.com, Jumat (14/10/2011).
Meski menyadari bahwa penataan kembali kabinet menteri merupakan hak prerogatifnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Daniel, tetap merasa perlu menjelaskan alasan, tujuan, dan latar belakang reshuffle yang dilakukannya kepada pimpinan partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah.
Presiden Yudhoyono mengatakan, sesuai kesepakatan koalisi, manakala ada seorang menteri dari parpol diganti, dirinya berkewajiban melakukan konsultasi.
“Ada yang mengatakan bahwa Presiden bisa mengangkat siapa saja. Dalam real politics, tentu tidak benar seperti itu. Kita berkoalisi. Di negara mana pun, ada etika koalisi. Ada kewajiban yang kita jalankan berkaitan dengan koalisi ini,” kata Presiden pada Kamis.
Daniel mengatakan, pada pertemuan Presiden dengan pimpinan parpol anggota koalisi pendukung pemerintah, mereka sepakat bahwa reshuffle merupakan bagian yang konstruktif dari ide dan prakarsa Presiden untuk melakukan aksi perubahan selama tiga tahun sisa pemerintahan.
“Pertemuan itu juga menguatkan silaturahim di antara mereka untuk mengambil napas panjang sebelum memasuki tahun ketiga pemerintahan ini. Sesungguhnya pernyataan Presiden SBY mengonfirmasikan dukungan penuh mereka akan ihwal itu,” kata Daniel. 
Sumber:  Kompas.com

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami