Dekan dan DEMA FAH Tekankan Pentingnya Sikap Kritis Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sambutan Ketua Dema FAH pada PBAK hari kedua di PKM Kampus II UIN Alauddin, Rabu (2/9/2026). | Foto: Washilah-Ahmad Faiq kanz Lawalata (Magang)

Washilah – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) diselenggarakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus II UIN Alauddin Makassar, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 321 mahasiswa baru FAH yang terdiri atas 68 mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA), 54 mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (SPI), 108 mahasiswa Ilmu Perpustakaan (IP), dan 91 mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (BSI).

Dekan FAH, Prof Barsihannor menekankan bahwa sikap kritis penting dalam kehidupan akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu menelaah dan memverifikasi setiap informasi yang diterima sebelum mempercayainya.

“Orang yang akademis berpikir dengan kritis. Tidak langsung menyerap dan percaya begitu saja, tetapi harus menelaah serta melakukan verifikasi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua DEMA FAH, Riswan menegaskan bahwa mahasiswa perlu membangun sikap kritis dalam menyikapi berbagai persoalan di lingkungan kampus. Ia menyebut kemampuan menganalisis situasi dan kondisi sekitar sebagai bagian penting dari identitas mahasiswa.

“Mahasiswa harus selalu kritis dan mampu menganalisis kondisi di sekitarnya,” ucapnya.

Sementara itu, Mahasiswa Jurusan BSI, Nurul Aulia Maharani mengatakan bahwa pelaksanaan PBAK hari kedua menjadi kesempatan untuk membangun keakraban dengan mahasiswa baru lainnya, khususnya teman-teman dari jurusan yang sama.

“Hari kedua PBAK rasanya sangat menyenangkan. Kesannya, saya jadi bisa lebih akrab dengan teman-teman sejurusan,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Faiq kanz Lawalata (Magang)
Editor: Rhizka Amelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami