Washilah — Mahasiswa baru menolak aparat militer masuk ke dalam kampus. Mereka membentangkan selebaran yang bertuliskan “Tolak Militer Masuk Kampus” di Masjid Agung Sultan Alauddin, Selasa (1/9/2026).
Alim (bukan nama sebenarnya) mahasiswa baru, menolak adanya militer masuk ke dalam kampus. Ia mengatakan bahwa kampus bukanlah tempat untuk militer.
”Saya tidak sepakat militer masuk ke dalam kampus, kampus bukan tempat militer,” katanya.
Alim dan mahasiswa baru lainnya membentangkan selebaran “Tolak Militer Masuk Kampus” sebagai bentuk penolakan aparat masuk kampus.
Namun, pihak keamanan kampus serta beberapa panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) langsung menghentikan aksi mereka.
Tak hanya dihentikan, mereka juga diberi ancaman Drop Out (DO) oleh panitia dan pimpinan kampus.
Ketua panitia PBAK, Zulkarnain As membenarkan hal tersebut. Kata dia, mahasiswa yang membentangkan selebaran akan diproses.
”Kemungkinan besar akan diproses,” katanya.
Penulis: Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Sappe











