Washilah — Hari kedua Pengenal Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, diselenggarakan di Masjid Agung Kampus ll UIN Alauddin Makassar, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 716 Mahasiswa Baru (Maba), dengan menghadirkan 31 guru besar FSH yang untuk pertama kalinya hadir secara bersama dalam pelaksanaan PBAK.
Dekan FSH, Prof Abd Rauf Muhammad Amin dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru mengalami perubahan pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, perubahan status tersebut tidak secara otomatis menjadikan seseorang dewasa secara intelektual sehingga diperlukan proses selama menjalani kehidupan akademik.
Ia menggambarkan transformasi tersebut melalui perubahan pertanyaan mahasiswa. Jika siswa terbiasa bertanya “apa jawabannya?”, maka mahasiswa harus mulai bertanya “mengapa jawabannya demikian?”, kemudian mempertanyakan dasar argumentasinya hingga mencari kemungkinan jawaban yang lebih baik.
“Dari siswa yang mencari jawaban, menjadi mahasiswa yang mencari kebenaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Prof Halifah Mustamin turut menyampaikan pesan kepada Maba agar tidak menerima begitu saja setiap informasi yang didengar.
Maba didorong untuk menggunakan pikiran dan gagasan mereka dalam mengkritisi sesuatu secara konstruktif dan membangun. Sikap kritis tersebut dinilai menjadi bagian penting dari budaya akademik yang perlu dikembangkan mahasiswa selama berada di perguruan tinggi.
“Apapun yang anda dengar, gunakan pikiran dan ide anda untuk mengkritisi apa yang disampaikan orang, tapi sampaikan kritik yang membangun.” ujarnya.
Penulis: Ihsan Tahir (Magang)
Editor: Rhizka Amelia











