![]() |
| novikviana.blogspot.com |
Tergenang di bawah rindu yang pekat itu menyiksa adinda
Tak ada yang mampu terselamatkan
Matanya meraih puncak rintihan sedihnya
Hatinya hancur
Perasaannya terombang-ambing
Pikirannya melintang nan membujur dari hulu ke hilir
Adinda, sudah tak percaya lagi akan hidup di hari esok
Ia sudah mengemas impian dan bersiap menguburnya dalam-dalam
Adinda merana tak tau mengapa
“Adinda ayo pulang, tuhan sudah tak ramah lagi.”
*Penulis adalah salah satu mahasiswa semester tiga jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi












