Puisi “Adinda” Oleh Rena Rahayu Nastiti

Facebook
Twitter
WhatsApp
novikviana.blogspot.com

Tergenang di bawah rindu yang pekat itu menyiksa adinda
Tak ada yang mampu terselamatkan
Matanya meraih puncak rintihan sedihnya

Hatinya hancur
Perasaannya terombang-ambing
Pikirannya melintang nan membujur dari hulu ke hilir

Adinda, sudah tak percaya lagi akan hidup di hari esok
Ia sudah mengemas impian dan bersiap menguburnya dalam-dalam
Adinda merana tak tau mengapa
“Adinda ayo pulang, tuhan sudah tak ramah lagi.”

*Penulis adalah salah satu mahasiswa semester tiga jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami