Mahasiswa Baru UIN Alauddin Diduga Alami Pungli Saat Cek Kesehatan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar. | Foto: Washilah - Risaldi Anggara (Magang).

Washilah — Seorang Mahasiswa baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) saat melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Alauddin Makassar.

Alex (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa ia dikenakan biaya tambahan saat melakukan tes kesehatan pada Senin (7/7/2025). Sebelumnya, diinformasikan bahwa biaya cek kesehatan hanya sebesar Rp150.000, yang sudah mencakup pemeriksaan golongan darah, tes urin, tes buta warna, serta pengukuran tinggi dan berat badan.

Namun, saat berada di ruang pemeriksaan, ia mengaku diminta kembali membayar oleh petugas ketika menjalani tes buta warna.

“Setelah saya cek kesehatan, saya membayar 150.000 di luar. Saya ukur tinggi badan, berat badan, dan tes buta warna, saya bayar lagi Rp10.000. Setelah itu, saya cek darah lagi dan saya bayar 20.000, beserta map,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Alex juga mengaku diminta membeli materai sebanyak empat lembar dengan harga 52.000, padahal materai tersebut baru digunakan saat pengumpulan berkas di gedung Rektorat Kampus II keesokan harinya.

“Saya disuruh beli empat materai dengan total harga 52.000, tapi saya cuma kasih 50.000 karena uang saya tidak cukup,” ucapnya.

Pun saat ingin melakukan pembayaran Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), ia diminta untuk membayar 140.000, yang harusnya hanya 100.000.

“Saya disuruh membayar 140.000, padahal di pemberitahuan sebelumnya hanya 100.000 begitu pun dengan yang tertera di nota,” terangnya.

Ardi (Bukan nama sebenarnya), yang merupakan teman Alex mengaku meminjamkan uang kepada Alex karena uang yang dibawa Alex tak cukup.

“Uang cash yang dia pegang tidak cukup, jadi dia pinjam uangku, cuma saya menunggu di luar ka, tidak kutemani ke dalam,” jelasnya.

Berbeda dengan pengakuan Alex, Maghfira, salah satu maba menyatakan tidak mengalami pungli saat menjalani cek kesehatan.

“Untuk cek kesehatan saya bayar 140.000, cek golongan darah 10.000, KTM 100.000, itu sesuai dengan yang saya baca di grup,” tuturnya.

Begitu pula dengan Rahmat, juga seorang maba, mengaku membayar sekitar 250.000 untuk rangkaian cek kesehatan dan pembayaran KTM yang ia jalani di RS UIN.

“Kalau tidak salah total keseluruhan 250.000, kalo materai saya beli di luar, bukan di RS,” ucapnya.

Washilah juga berupaya menghubungi pihak RS dan panitia cek kesehatan untuk dimintai keterangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak RS dan panitia belum memberikan jawaban.

Penulis: Risaldi Anggara (Magang). 
Editor: Nur Rahmah Hidayah

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami