Dies Natalis UIN Alauddin yang Ke-55, Prof Hamdan Juhannis Hadirkan Dirjen Pendis

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Dalam rangka milad UIN Alauddin Makassar yang ke-55 tahun, Prof Hamdan Juhannis menghadirkan Prof Muhammad Ali Ramdhani selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementrian Agama (Kemenag) RI. Dirjen Pendis hadir untuk membawakan kuliah umum di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/11/2020).

Kegiatan ini digelar melalui aplikasi Zoom dan live youtube, yang diikuti oleh ribuan peserta, dengan mengusung tema “Keilmuan yang Laju, Keberagaman yang Padu, Kebangsaan yang Satu, Menuju Indonesia Maju”.

Prof Hamdan membuka kegiatan seminar ini dengan sambutan hangat, dalam sambutannya ia menyampaikan pencapaian-pencapaian yang diperoleh selama satu tahun menjabat sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar.

“Kegiatan ini adalah dalam rangkaian milad ke 55 IAIN UIN Alauddin Makassar, pada kesempatan ini kami juga melaporkan ke bapak dirjen bahwa satu tahun ini alhamdulillah UIN Alauddin melakukan pencapaian, mendapatkan pencapaian, melakukan lompatan-lompatan, seperti tentunya bapak dirjen tahu bahwa tahun ini alhamdulillahUIN Alauddin menjadi Perguruan Tinggi lingkup PTKIN dengan peminat terbanyak di Indonesia,” ujarnya.

Prof Hamdan Juhannis mengungkapkan ada sebanyak 39 jurnal yang terakreditasi dan terbanyak di Indonesia, ia juga mengungkapkan bahwa akreditasi program studi arsitektur yang sebelumnya C kini menjadi akreditasi A.

“Alhamdulillah upaya kita untuk menggenjot akreditasi kita ini luar biasa baik akreditasi jurnal, jumlah jurnal akreditasi kita 39 terbanyak di Indonesia. Upaya menggenjot akreditasi prodi menjadi keniscayaan dan itu salah satu dari lima pancacita utama kami prodi yang handal, prodi yang unggul dengan sebuah loncatan yang sangat dahsyat, pencapaian prodi teknik arsitektur dari C menjadi A,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Muhammad Ali Ramdhani dalam kuliah umum, mengawali dengan memberikan sambutan, ia menuturkan tema yang dibahas enak dan nyaman untuk didengar.

“Problematika selanjutnya saya harus menata benang kusut yang diajukan oleh pak rektor ini menjadi sebuah tema yang enak dan nyaman untuk didengar,” ujarnya

Dalam paparan materinya, Prof Muhammad Ali Ramdhani mengemukakan sebuah data hasil survei yang dikeluarkan oleh UNESCO pada tahun 2016, tentang tingkat kemampuan literasi di Indonesia, ia juga menilai bahwa kemampuan literasi di Indonesia kurang.

“Ada sebuah data yang dikeluarkan oleh UNESCO pada tahun 2016, angkanya lawas saya tidak menemukan hasil survei yang lebih mutakhir dalam konteks literasi, ada 61 negara yang dilakukan survei tentang kemampuan literasi dan Indonesia berada pada posisi ke 60 dari 61 negara yang disurvei, kemudian dari hasil takaran dan ukurannya menujukkan bahwa kita itu berada pada nilai 0,1/mil, artinya hanya satu dari 10.000 orang yang memiliki kemampuan literasi yang baik,” paparnya.

Ia juga menyinggung mengenai fenomena hoaks yang ada, menurutnya saat ini sangat gampang menshare dan menelan informasi secara mentah.

“Fenomena hoax fost truth itu menjadi sangat kuat di dunia kita karena tangan kita terlalu cepat untuk kemudian memberikan dan men send. kalau dulu punya cerita yang sangat sederhana bahwa mulutmu harimaumu pada hari ini jempolmu harimaumu,” tuturnya.

Dirjen Pendis mengemukakan keunggulan Indonesia pada tiga komponen pokok, yakni yang pertama, kekuatan pasar Indonesia. Kedua, stabilitas makro ekonomi dan ketiga, dinamika pasar.

Dalam kuliah umum ini, Prof Muhammad Ali Ramdhani menghantarkan mahasiswa untuk masuk pada masa depan yang baik dan mereka harus menjadi pemilik masa depan.

“Kita harus mampu mengantarkan anak-anak menjadi anak-anak yang mampu menjadi raja di jamannya menjadi pemilik dari sebuah zaman yaitu zaman masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Andi Fahrul Azis (Magang)
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami