Efektifitas Kuliah Daring, Ini Keluhan Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Sejak surat edaran Rektor UIN Alauddin Makassar dengan nomor B-809/Un.06.1/PP.00.09/03/2020 yang diterbitkan pada 9 Maret 2020 , tentang seluruh aktivitas perkuliahan di dalam kampus resmi ditiadakan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Pandemi Covid-19.

Dampaknya, segala kegiatan seperti belajar mengajar di ruang kelas harus dirumahkan dan melakukan perkuliahan secara daring. Metode pembelajaran yang kurang efektif hingga keterbatasan akses jaringan membuat mahasiswa kesulitan untuk mengikuti perkuliahan.

Salah seorang mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Sri Wahyuni mengatakan keluhan dalam metode belajar kuliah online yang tidak begitu efektif di tambah lagi dengan kuota yang pernah di janjikan oleh pihak kampus.

“Metode perkuliahan via grup Whatsapp, Google meet dan zoom, sangat tidak efektif, karena bisanya kami terkendala oleh jaringan, ditambah lagi kuota yang dijanjikan pihak kampus tidak pernah datang,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, penggunaan media atau aplikasi yang berbeda di tiap Dosennya membuat para mahasiswa kewalahan. Kemudian keterbatasan kapasitas Smartphone yang tidak mampu menampung banyak aplikasi membuat mahasiswa kesulitan mengikuti kegiatan perkuliahan.

Sebagaimana yang telah di tuturkan Mahasiswi semester tiga Fakultas Tarbiyah, Nur Asyikin bahwa setiap Dosen mengunakan aplikasi berbeda-beda dalam proses pembelajaran via daring.

“Terlalu ribet, terkadang Dosen mengarahkan mahasiswa diskusi di Lentera terlebih dahulu lalu memberikan penjelasan di zoom, itu untuk satu Dosen beda lagi dengan Dosen yang lain dan kapasistas ram yang dimiliki setiap mahsiswa berbeda-beda,” tutupnya.

Penulis: Muh Wahyu Hasbullah (Magang)

Editor: Rahma Indah

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami