Washilah – Setelah melakukan aksi bisu di Kampus I Kamis lalu, Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali melakukan panggung ekspresi di depan pintu gerbang Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jumat (12/06/2020).
Aksi tersebut sempat menuai penolakan dari Satuan Pengamanan (Satpam) Kampus, Komandan Syarifuddin. Ketua bidang pengembangan dan penelitian, Andi Batara menjelaskan pihak keamanan kampus menolak memberi izin, namun setelah memberi penjelasan kami dapat melanjutkan kegiatan itu.
“Pihak keamanan kampus sempat tidak memberi izin untuk melakukan kegiatan, ditakutkan ada gerakan gerakan tambahan dari teman teman tapi setelah melakukan negosiasi dan memberi pemahaman kepada pihak keamanan alhasil teman teman bisa melanjutkan kegiatan,” jelasnya.
Ia menambahkan kegiatan ini adalah wujud untuk merawat gerakan mahasiswa.
“Untuk respon pimpinan belum ada tapi keagitan tadi adalah wujud untuk menjaga dan merawat gerakan teman teman di fakultas ekonomi,” tambahnya.
Kegiatan mahasiswa yang di mulai pada pukul 20:30 – 22:40 WITA ini, membentangkan spanduk yang bertuliskan tuntutan “Subsisdi UKT Semester Minimal 70% dan Bebaskan UKT Semester 9 ke atas”.
Mahasiswa juga melakukan pemutaran film dokumenter berjudul Mosi Tidak Percaya sebagai varian dalam kegiatan tersebut, aksi ini menjadikan wadah kreatifitas bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi atau keresahannya.
Demisioner Ketua Dewan Mahasiswa (Dema-F) 2019, Sulfikar menuturkan kegiatan ini patut diapresiasi dan memerlukan dukungan dari seluruh elemen mahasiswa.
“Panggung bebas ekspersi yang dilaksanakan LK FEBI sangat patut diapresiasi dan memerlukan dukungan bagi seluruh elemen mahasiswa fakultas ekonomi secara khusus,” ujarnya.
Aksi ini tidak hanya diawasi oleh pihak keamanan kampus, dilokasi juga polisi turut hadir untuk mengamankan aksi mahasiswa tersebut.
Penulis: Reza Nur Syarika
Editor: Rahmania











