Termenung meratapi sepi
Dalam gundah yang tak henti
Inikah sepi yang tak bertuan
Inginku lari dari segalanya
Kini sepi telah jadi sahabat sejati
Datang dengan sendirinya
Menemani di malam kelam
Menyelimuti di tiap detik
Aku dan sepi
Hanya ada setitik cahaya
Hembusan angin malam di setiap langkah
Bersama sepi ku lalui hari-hariku
Lantas akankah ini berakhir?
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester IV.











