Senja legam itu selalu mengingatkan dinginnya angin yang menusuk tajam
Juga tentang perjalanan tak saling tahu dan berakhir menyenangkan
Senja kala itu berbeda dengan biasanya
Tak ada semburat malu merah merekah
Hanya ada gelap yang membayang
Tapi, saat itu beragam warna ditumpahkannya kepada para Pemilik kaki yang diharuskan kuat menapak
Memberi cerah pada setiap lelah yang disembunyikan
Segala hal yang takdirnya terjadi saat itu, masih membekas dengan hebat di sini.
Apa hanya aku yang rindu?
*Penulis merupakan alumni Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik.











