Kau adalah pahlawan kedua setelah ibu bagi putra-putrimu
Kau bekerja keras tanpa mengenal lelah
Dan kau tak sedetik pun mengeluh di depan kami
Meski sebetulnya kau sangat ingin bersandar di atas tempat yang empuk
Setiap hari keringatmu mengalir dan terus mengalir membasahi wajah dan tubuhmu
Namun kau tetap tidak mempedulikan itu dan terus, terus bekerja untuk keluarga kecilmu
Setiap malam, kau tak ingin tidur sebelum putra-putrimu tertidur
Meski mata sudah tak ingin terbuka lagi karena rasa kantuk
Kami mungkin tidak cukup patuh terhadapmu
Kami mungkin agak risih mendengar ocehanmu setiap saat
Meski kami tahu kau peduli, kami tahu seberapa besar pengorbananmu kami tetap bersikap sama
Maafkan kami, maafkan atas segala kesalahan yang telah diperbuat
Usia mungkin adalah alasan untuk sikap ini
Maafkan kami, kau adalah raja tanpa mahkota bagi kami
Tiada lelaki yang kami cinta kecuali engkau, Ayah
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester IV











