Washilah — Menyoal keluhan mahasiswa UIN Alauddin Makassar terkait sistem registrasi manual dan fasilitas yang dinilai kurang memadai di Perpustakaan Syekh Yusuf, Kepala Bagian Umum mengatakan ketersediaan dana perbaikan fasilitas perpustakaan tergantung persetujuan pimpinan.
Pada berita sebelumnya, beberapa mahasiswa mengeluhkan pengisian daftar pengunjung yang dilakukan secara manual, serta beberapa fasilitas seperti loker yang dianggap kurang memadai. Tak hanya mahasiswa, staf perpustakaan juga mengalami kesulitan dalam menginput data pengunjung secara manual karena alat registrasi otomatis sudah rusak sejak tahun lalu.
Kepala Perpustakaan, Suryani, menjelaskan bahwa rencana perbaikan fasilitas perpustakaan seperti plafon, tegel, dan area teras yang rusak, telah diajukan dua minggu lalu, dan masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL).
“Baru-baru ini sudah diajukan bulan Juni lalu, masuk juga RKKL,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu,(2/7/2025).
Namun, realisasinya terkendala oleh kebijakan efisiensi anggaran.
“Karena ini sekarang efisiensi anggaran, itu yang menjadi masalah, karena pemimpin negara yang baru maunya semua diefisiensi, semua Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kegiatan dikurangi semua,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, meskipun sedang terjadi efisiensi, dirinya telah mengambil langkah perbaikan terhadap beberapa fasilitas perpustakaan.
“Saya sudah perbaiki tempat parkir yang tertutup lumpur, sudah bisa dipakai, juga pasang wallpaper di dinding, di bagian pelayanan, sudah terlihat cantik,” ujarnya.
Lanjut, Suryani berharap taman perpustakaan dan revitalisasi gedung segera dilakukan.
“Harapannya, saya mau taman diperbaiki secara keseluruhan serta perbaikan, karena pengajuannya sudah masuk,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Umum, Salman, membenarkan bahwa pengajuan dana perpustakaan memang sudah masuk ke bagian umum. Namun, realisasi pencairan dana sepenuhnya tergantung pada persetujuan pimpinan dan ketersediaan anggaran.
“Akan direalisasikan kalau anggarannya sudah ada, kami hanya menunggu perintah dari pimpinan untuk dilaksanakan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses pencairan dana mengikuti prosedur yang berlaku dan saat ini tidak ada pihak yang memegang dana.
“Kan ada prosedur, tidak ada saya pegang uang. Pimpinan juga tidak punya uang, tidak ada yang pegang uang. Dia hanya lihat dokumen di dalam ada enggak peruntukan biaya untuk itu, kalau ada, oke laksanakan,” pungkasnya.
Penulis: Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah











