Curanmor Semakin Marak: Sistem Keamanan Perlu Ditinjau Ulang?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pelaku pencurian motor melakukan aksinya di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Rabu (14/09/2022). | Foto: Istimewa.

Washilah – Rabu (14/09/2022), Sekitar pukul 11.00 Wita, sebuah CCTV merekam aksi pencurian motor  yang dilakukan oleh seorang pria tidak dikenal. Aksi kriminal tersebut terjadi parkiran sebelah utara Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar.

Dalam waktu yang bersamaan, setidaknya tiga motor raib di area Kampus II UIN Alauddin Makassar, yakni di FAH, Fakultas Sains dan Teknologi dan Gedung Dosen yang berlokasi depan FAH.

Rekaman CCTV menunjukkan, pelaku mengenakan jaket berwarna kuning salah satu ojek online. Ia lebih dulu mengambil helm berwarna biru di salah satu motor yang terparkir. Tak berselang lama, ia lantas menggasak salah satu motor mahasiswa jenis Yamaha Mio GT berwarna merah putih.

Kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa bulan yang lalu pada Santi Yuliana, Mahasiswa Ilmu Peternakan. Hari itu, Selasa (19/07/2022). Santi terkejut, motor yang ia parkir di depan Gedung E Fakultas Sains dan Teknologi tidak lagi terlihat. 

Santi datang ke kampus pukul 11 siang untuk mengikuti praktikum salah satu mata kuliah. Sekitar pukul 13.00 Wita, ia baru menyadari motor bermerek Yamaha Mio J miliknya sudah tidak lagi terlihat. Dalam keadaan panik, Santi langsung melaporkan kehilangan motornya kepada salah seorang satpam yang bertugas di sana. Namun, ia hanya diminta oleh personel satpam tersebut untuk langsung segera melaporkan pencurian kendaraanya di Polres Gowa. Setelah sebulan, laporan kehilangan motornya tidak ada perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

“Sampai sekarang masih belum ada perkembangannya,” ungkap Mahasiswi angkatan 2020 ini, saat ditemui pertengahan Agustus lalu.

Ramainya kasus pencurian motor membuat pihak keamanan kampus akan segera menerapkan pemeriksaan STNK bagi pengendara di area Kampus II UIN Alauddin Makassar. Hal itu diumumkan sendiri oleh Koordinator Satuan Pengamanan UIN Alauddin, Syarifuddin, pada Jumat (5/8/2022). 

Baca juga: Tanpa STNK, Pengendara Dilarang Masuk Kampus

Syarifuddin menjelaskan pemeriksaan STNK akan dilakukan di jam-jam tertentu rawan pencurian dan juga akan memeriksa kendaraan yang akan keluar dari area kampus.

 “Saran dari teman-teman itu nanti diefektifkan saja saat keluar. Hampir semua mahasiswa kami sudah kenali wajahnya jadi kemungkinan itu tidak adaji semuanya diperiksa. Cuman kalau kami menemukan kendaraan yang tidak membawa surat-surat kami akan bawa ke Polres untuk pembuktian,” jelas pria yang akrab disapa Komandan Syarif tersebut. 

Pemeriksaaan STNK awalnya direncanakan akan dilaksanakan sebelum mahasiswa baru tahun 2022 mulai mengikuti perkuliahan. Namun, belum diterapkan hingga mahasiswa baru sudah mengikuti perkuliahan selama hampir sebulan.

Saat ditanyai pada Jumat (16/09), Syarifuddin mengatakan sampai saat ini belum mendapat rekomendasi dari pimpinan terkait kebijkan pemeriksaan STNK.

Ketua Sema Mahasiswa (Sema) UIN Alauddin Makassar, Anissa Lusiana, mendukung kebijakan pemeriksaan STNK sebagai solusi ramainya pencurian motor. Menurutnya, kebijakan ini akan meningkatkan mutu keamanan kampus.

“Menurut saya hal ini merupakan keputusan yang sangat bagus, karena bisa meminimalisir kasus pencurian yang terjadi di kampus. Jadi lewat pemeriksaan STNK ini, bisa ditau benar tidak orang tersebut pemilik motor yang dipakainya.”

Lebih lanjut, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini menyebutkan, kampus juga harus memberi solusi mahasiswa yang tidak atau belum memiliki STNK misal dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa sebagai pengganti.

Menanggapi hal itu, Biro Administrasi Umum, Pembangunan dan Keuangan, Bustam Ramli saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (12/8/2022), menerangkan tidak akan memberi sanksi bagi mahasiswa yang tidak atau belum memiliki STNK.

“Itu tidak akan diberikan sanksi, selebihnya pemeriksaan ini kan hanya strategi. Misalnya motor-motor klasik yang biasanya kan tidak punyami STNK begitu, jadi nanti itu tidak semua (akan diperiksa) hanya yang dicurigai saja,” ungkap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone tersebut.

Penambahan CCTV Solusi Nyata?

Kurangnya CCTV atau Kamera Pengawas yang dimiliki oleh kampus juga menjadi salah satu alasan. Pada kasus pencurian motor milik Santi, kamera pengawas di Gedung E–lokasi motor miliknya raib–tengah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menjadi bahan penyelidikan bagi pihak kepolisian.

Annisa Lusiana juga turut menambahkan, Kendati pencurian tertangkap kamera pengawas, pelaku sampai saat ini masih belum tertangkap.

“Menurutku CCTV itu bisa membantu mengetahui ciri-ciri pelaku pencurian dan untuk mengetahui atau bahkan menangkap pelaku. Kasus pencurian kemarin sempatji juga terlihat di CCTV tentang pencurian di kampus tapi tetapji ndak tertangkap pelakunya.”

Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Humaniora, Dr Firdaus  M Ag, mengungkapkan kurangnya personel satuan pengamanan juga menjadi salah satu faktor penyebab rawannya tindak pencurian motor di Kampus Peradaban.

“CCTV itu salah satu upaya paling tidak untuk menakuti agar tidak melakukan kejahatan. Saya kira tidak cukup harus bersinergi semuanya fakultas dengan security. Kekurangan security juga menjadi masalah dalam keamanan.”

Menanggapi wacana penambahan satuan personel pengamanan, Biro AUPK, Bustam Ramli menyebutkan peningkatan kinerja sistem keamanan merupakan solusi utama.

“Jadi yang paling penting itu adalah kinerja sistem keamanan bukan penambahan.”

Terkait CCTV, Bustam menjanjikan pengadaaannya akan diselesaikan tahun 2023.

“Sejauh ini kami sudah anggarkan, kalau lengkapnya itu tahun depan,” ungkapnya.

Ilustrasi : Washilah-Asrianto Aziz

 

Survei yang dilakukan oleh Litbang Washilah untuk menakar persepsi sivitas terkait keamanan di sekitar Kampus II UIN Alauddin Makassar. Dengan menggunakan metode simple random sampling dengan 384 responden yang tersebar di delapan fakultas. Setidaknya 44,1% menyatakan setuju agar pemeriksaan STNK segera diberlakukan. Di sisi lain, 32,4% menyatakan merasa tidak aman meninggalkan barang berharga di lingkungan kampus, dan 35,4% menyatakan ragu-ragu. Sedangkan upaya untuk meminimalisir meningkatnya kasus pencurian motor dengan menambah personil satuan pengamanan, 67,6% responden menyatakan sangat setuju. sementara itu, 91,2% responden menyatakan perlunya penambahan CCTV di berbagai lokasi.

Penulis : Saldi Adrian/Ahmad Bilal/Andi Muh Saleh (Magang)

Editor : Jushuatul Amriadi

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami