Rektor UIN Alauddin Sebut Pamflet Viral yang Menyeret Namanya Adalah Hoaks

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pamfet bantahan yang diunggah pada laman Facebook Prof Hamdan.

Washilah – Sebuah pamflet beredar di sosial media dengan menampilkan foto dan kutipan perkataan oleh Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Pamflet tersebut mulanya disebar oleh akun anonim di facebook, dengan foto Prof Hamdan beserta kutipan “Sengaja pengurusan di kampus saya persulit supaya bisa bayar UKT dulu. Jangan lupa ya nak, bayar UKT nya walaupun tutup kampus, lagi kere kampus karena aspal baru”.

Penulis buku Melawan Takdir ini dalam postingan di akun facebook pribadinya, pada Sabtu (17/07/2021), membantah kebenaran pamflet yang telah beredar dengan mengatakan bahwa itu adalah hoaks.

“Di era informasi serba terbuka dan bebas, berita bohong (HOAX) adalah salah satu sampah digital yang harus dilawan,” jelasnya dalam unggahan tersebut.

Lebih lanjut, mantan Wakil Rektor IV ini menyampaikan, kepada pelaku pembuat pamflet agar menyadari kalau tindakan yang dilakukannya ini bisa berdampak sangat merusak, terutama merusak akal sehat.

“Hoaks sering kali kelihatan sederhana, namun dampaknya bisa sangat merusak, terutama merusak akal sehat,” lanjut Hamdan.

Diketahui sebelumnya, Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Almaun melontarkan tantangan debat pada Rektor Hamdan Juhannis beserta jajarannya pada Sabtu, (10/07/2021) melalui akun instagram @aliansimahasiswauinam.

Selain itu, pada Jumat (16/07) massa aksi dari Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Bersatu melakukan aksi, menuntut Normalisasi UKT-BKT dengan tiga poin tuntutan, yakni optimalisasi peninjauan UKT, pengurangan UKT 50% secara General, dan Pembebasan UKT semester sembilan ke atas.

Salah seorang mahasiswa yang tergabung dengan Al maun, Ersal mengatakan pihaknya tidak ada sangkut paut dengan pamflet tersebut.

“Bukan Al maun yang buat pamflet yang beredar itu, tidak ada sangkut pautnya kawan dari Al Maun,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenral Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Ahmad Rahmat, yang merupakan Jenral Lapangan saat aksi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Bersatu, pada Jumat (16/07), mengatakan tidak mengetahui siapa yang membuat pamflet kontroversial itu.

Ia juga memastikan, pihaknya dalam hal ini massa aksi yang melakukan demostrasi di gedung rektorat Jumat lalu, tidak terlibat dalam pembuatan dan penyebaran pamflet tersebut.

“Yang jelas bukan anak-anak yang demo kemarin buat itu pamflet,” tegas Rahmat.

Penulis : A. Resky Satrio
Editor : Ardiansyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami