Jelang Hardiknas, Dema FAH Gelar Dialog Pendidikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Saat moderator Abdul Rafiq R membuka dialog Pendidikan di plataran FAH, ditemani demisioner ketua Dema-U periode 2018-2019 Askar, demisioner ketua Dema-U periode 2020-2021 Ahmad Aidil Fahri dan ketua Dema-U periode 2021-2022 Isra Abdi Syamsu, menyampaikan materinya, kamis (29/04/2021).

Washilah – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar dialog pendidikan bertajuk “Revisiting Falsafah Pendidikan”.berlangsung di pelataran Fakultas Adab dan Humaniora, Kamis (29/04/2021).

Pada Dialog kali ini menghadirkan tiga pembicara, yakni demisioner ketua Dema Universitas (Dema U) periode 2018-2019 Askar Nur, Demisioner ketua Dema-U periode 2020-2021 Ahmad Aidil Fahri dan ketua Dema-U periode 2021-2022 Isra Abdi Syamsu.

Ketua Dema FAH, Suci Rahmayani mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja divisi penalaran keilmuan dan kebudayaan.

“Kegiatan ini tentunya salah satu program kerja yang di garap dari divisi penalaran keilmuan dan kebudayaan,” tuturnya.

Lanjut, Ia juga mengatakan alasan diadakannya kegiatan ini sebagai tanggung jawab formil dan moril selaku lembaga mahasiswa.

“kitakan selaku Dema memiliki legitimasi sebagai lembaga mahasiswa yang mempunya tanggung jawab formil dan moril untuk membuat wadah seperti ini dengan landasan kondisi pendidikan saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dema U Isra Abdi Syamsu mengajak para Dosen untuk memberikan pelajaran yang inovatif, edukatif, dan menjadi motivator untuk mahasiswanya di sistem perkuliahan daring saat ini.

“Dalam perkuliahan daring itu para dosen itu bisa memberikan pelajaran secara inovatif, edukatif, ataupun sebagai motivator untuk mahasiswanya,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Ia pun berharap setelah diadakannya dialog dapat menjadi ruang bagi civitas akademik agar dapat menyalurkan apa yang menjadi persoalan di internal.

“Saya berharap setelag diadakannya kegiatan ini bisa membukakan ruang untuk para civitas akademik bisa menyalurkan bagaimana persoalan-persoalan yang ada di internal,” Tutupnya.

Penulis : Fahrul dan kahalil (Magang)

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami