Peringati IWD Dua Massa Aksi Alami Tindakan Represif

Facebook
Twitter
WhatsApp
sumber: Ig Aktivis Mahasiswa

Washilah – Organisasi masyarakat sipil dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Internasional Women’s Day (IWD) Sul-Sel 2021, dalam aksi  memperingati International Women’s Day (IWD) di bundaran Center Point of Indonesian (CPI). Senin (08/03/2021) lalu, berujung tindakan represif oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan penangkapan oleh aparat kepolisian.

Dihimpun dari rilisan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Kejadian ini bermula ketika massa aksi hendak kembali ke titik kumpul sekitar pukul 17:30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) menggunakan angkutan umum, kemudian secara mendadak massa aksi didatangi oleh Ormas yang berjumlah sepuluh orang. Ormas tersebut kemudian berteriak menuduh bahwa aksi tersebut didalangi oleh orang-orang yang pro papua merdeka.

Terjadi insiden adu mulut antara massa aksi dan Ormas, massa aksi didorong dan dipaksa untuk segara bubar. Bahkan ditengah insiden, salah satu massa aksi terkena pukulan dari anggota Ormas pada bagian kepala. Aparat kepolisian yang sejak awal melakukan pengawalan tidak melakukan tindakan apapun atas aksi tersebut.

Sekitar 10 menit insiden adu mulut terjadi, sebagian massa aksi yang berada di dalam angkutan umum meninggalkan titik kumpul. Setelah situasi mulai kondusif, salah satu massa aksi yakni Akbar yang pada saat terjadi adu mulut hanya berada di belakang barisan massa Ketika hendak menelepon temannya untuk meminta dijemput, tiba-tiba Ia dikerumuni oleh Ormas yang berkata “ini temannya juga” ucap anggota Ormas sambil mendorong Akbar hingga gagang kacamatannya patah.

Tak hanya itu, handphone dan tas milik Akbar juga hendak dirampas tetapi Akbar menolak menyerahkannya. Akbar langsung dinaikkan kedalam mobil Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar.

Disaat bersamaan, Halim yang juga salah satu massa aksi menyaksikan Akbar dikerumuni dan ditarik-tarik. Melihat hal itu Halim kemudian berinisiatif untuk mendatangi Akbar. Sesampainya di sana, Halim juga ditarik dan dimasukkan kedalam mobil Jatanras Polrestabes Makassar.

Massa aksi yang ditangkap kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar, sekitar pukul 18:00 WIT mereka tiba dan diserahkan oleh Jatanras ke bagian Satuan Intelejen dan Keamanan (Sat.Intelkam) Polrestebes Makassar untuk diintrogasi.

Sekitar pukul 22:10 WITA, Akbar dan Halim diserahkan oleh Sat.Intelkam ke bagian Satuan Reserse dan Kriminal (Sat.Reskrim) untuk dimintai keterangan, didampingi oleh tim penasehat hukum dari YLBHI LBH Makassar. Awalnya penasehat hukum tidak dibiarkan untuk mendampingi Akbar dan Halim dalam pengambilan keterangan dengan alasan bahwa keduanya belum memiliki status sebagai tersangka, tetapi tim penasehat hukum bersikeras untuk mendampingi keduanya. Setelah dijelaskan, akhirnya pihak Sat.Reskrim memberikan akses kepada penasehat hukum untuk mendampingi mereka berdua.

Secara terpisah Akbar dan Halim dimintai keterangn pada pukul 22:30 WITA, Setelah selesai diperiksa pada pukul 00:00 keduanya tidak langsung dipulangkan tetapi diminta untuk menunggu terlebih dahulu, karena hasil pemeriksaan sementara dikomunikasikan dengan atasan Kepolisian.

Karena sudah beberapa saat mereka menunggu dan belum ada kepastian yang diberikan akhirnya tim penasehat hukum meminta kepada petugas yang memeriksa maupun piket tetapi hasilnya nihil. Pada saat ditanya, petugas pemeriksa dan piket jaga menyampaikan bahwa mereka hanya diperintahkan oleh atasannya untuk tidak membiarkan Akbar dan Halim pulang. Akbar dan Halim dibiarkan untuk menunggu sampai esok harinya (1X24 jam).

Tim penasehat hukum berusaha menjelaskan kepada pemeriksa, tetapi tetap saja Akbar dan Halim tidak dibiarkan untuk pulang. Tim penasehat hukum terus berusaha dengan meminta surat yang menjelaskan alasan–alasan Akbar dan Halim tidak dibiarkan untuk pulang, tetapi pemeriksa tetap menolak. Pada pukul 01:43 WITA tim penasehat hukum meninggalkan Polrestabes Makassar tanpa diikuti oleh Akbar dan Halim.

Di pagi hari pada tanggal (09/03/2021), sekitar pukul 10:00 WITA, Akbar dan Halim baru dilepaskan oleh Polretabes Makassar. Saat hendak dilepaskan, keduanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak akan melakukan aksi demonstrasi lagi, tetapi keduanya menolak untuk membuat surat pernyataan.

Akhirnya kedua massa aksi tersebut diperintahkan untuk bertandatangan di buku yang terdapat di meja piket Sat.Reskrim Polretabes Makassar dimana di dalamnya termuat namanya masing–masing kemudian Akbar dan Halim akhirnya dipulangkan. Sejak awal mereka ditangkap hingga keduanya meninggalkan Polretabes Makassar, tidak ada satupun surat yang diberikan kepada Akbar dan Halim.

penulis : Nadia Hamrawati Hamzah (Magang)

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami