Antusias Lembaga Kemahasiswaan, Meski Pelatihan di Tengah Hujan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana Pemberian Materi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (TU) FST dalam Kegiatan Pelatihan Administasi Sema Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bertempat di Leacture Theater FST. kamis (11/03/2021)

Washilah – Derasnya hujan terus mengiringi kegiatan Pelatihan Administrasi yang digelar oleh Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rabu (10/03/2021), disambut antusias dari lembaga kemahasiswaan dari awal hingga akhir acara.

Antusias lembaga kemahasiswaanpun terlihat jelas mulai dari pihak panitia dan pengurus Sema FST yang sudah harus hadir lebih awal untuk mempersiapkan kegiatan ini agar dapat berjalan dengan baik meski hujan pada saat itu tetap saja mengalir deras membasahi perjalanannya.

Tepat pada pukul 10.00 WITA, acara pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Lecture Theatre (LT) FST dengan mengusung tema “Mengembangkan Kemampuan Administrasi Lembaga Kemahasiswaan yang Tertib dan Ideal” ini dimulai. Master of Ceremony (MC) mengawali jalannya rangkaian pembukaan hingga berlanjut pada pembukaan kegiatan secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FST, Dr. Muhammad Anshar. Nampak sudah hadir juga disamping kiri kanan Wakil Dekan III kedua pemateri dalam kegiatan Pelatihan ini, yakni Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), Sumarlin, M.Ak., dan Kepala Bagian Tata Usaha (TU) FST, Irwanuddin, MM.

Para peserta yang diundang dalam pelatihan ini berasal dari Sekretaris dan Bendahara Umum Lembaga Kemahasiswaan FST yang terdiri dari Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Mahasiswa (Dema), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sejajaran FST. Namun, dari Ketua Panitia, Adrian Pratama yang juga merupakan Pengurus HMJ Ilmu Peternakan menyampaikan bahwa tidak semua peserta yang diundang menghadiri pelatihan ini, ada beberapa dari Himpunan dan Lembaga lainnya yang tidak sempat hadir.

“Peserta yang hadir itu kurang lebih sekitar 20 orang yaitu bendahara dan sekretaris dari semua jurusan yang ada di lingkup Fakultas Sains dan Teknologi, namun ada beberapa dari lembaga yang tidak hadir seperti LK, LDF, mungkin karna cuaca” ujarnya.

Para peserta dalam pelatihan itu ternyata tidak semua berasal dari kawasan sekitar kampus UINAM yang hanya membutuhkan waktu bebera menit untuk sampai di lokasi kegiatan. Namun, peserta pelatihan ada juga salah satunya yang berasal dari kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan (PK), yang mana untuk bisa hadir dilokasi kegiatan harus menempuh waktu perjalanan sekitar kurang lebih 30 menit, belum lagi peserta harus menerjang derasnya hujan yang juga membasahi ruas-ruas jalan.

Pada sesi pertama pelatihan itu sendiri, dibawakan oleh Sekretaris Satuan Pengawas Internal didampingi Moderator. Berlangsung kurang lebih selama 2 jam membahas mengenai pengelolaan dan pelaporan anggaran dalam Lembaga Kemahasiswaan. Pemateri menyampaikan catatan penting bahwa jangan sampai ada manipulasi data.

“Dalam pelaporan penggunaan anggaran Lembaga Kemahasiswaan nantinya harus sesuai antara rencana biaya dan dokumentasinya, jangan sampai ada manipulasi data karena apapun alasannnya itu tidak dibernarkan” tegasnya.

Terlepas dari antusias untuk menghadiri acara, dalam forum sendiri peserta mulai memperlihatkan antusiasnya ketika Moderator membuka sesi tanya jawab untuk para peserta. Namun sayangnya, untuk sesi pertama ini hanya beberapa pertanyaan saja yang sempat dilemparkan oleh peserta kepada pemateri dikarenakan keterbatasan waktu, dimana waktu juga sudah memasuki waktu Dzuhur, sehingga moderator menyudahi sesi ini dengan ketukan pending.

Pada sesi kedua, yang dibawakan Kepala Bagian Tata Usaha yang juga merupakan aktivis mahasiswa pada masa kuliahnya dulu itu berlangsung sekitar 3 jam lebih membahas persoalan Administrasi di Lemabaga Kemahasiswaan. Dari durasi waktu itu, sebenarnya terhitung cukup lama untuk sebuah materi administrasi yang mungkin bisa saja membosankan peserta. Namun kondisi justru berkata sebaliknya, para peserta terlihat lebih interaktif dalam berjalannya forum dikarenakan motode pembawaan materi dari pemateri yang sangat unik dan cukup menarik perhatian lebih para peserta.

Dalam motode penyamapaian materi, pemateri tidak hanya sekedar teori saja, namum juga memperhatikan fokus peserta melalui beberapa pertanyaan-pertanyaan dadakan diawal, selain itu juga menampilkan potongan-potongan video yang mempunyai makna bagi para peserta yang menjabat sebagai pengurus di lembaga sehingga antusias atau perhatian peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul seiring berjalannya forum melalui kesempatan untuk bertanya yang selalu dilemparkan oleh pemateri.

Untuk mengetahui daya tangkap dari apa yang disampaikan, pemateri memiNta peserta untuk melakukan simulasi pembuatan surat kepada peserta. Nampak salah seorang panitia berjalan membagikan selembar kertas kosong kepada seluruh peserta yang ada di dalam forum. Setelah terbagi, pemateri kemudian meminta peserta untuk membuat format surat dan diberikan batasan waktu untuk pengerjaanya sekitar 15 menit.

Ditengah berjalannya waktu, terlihat suasana seluruh peserta sedang mengerjakan tugas yang diminta oleh pemateri. Beberapa peserta terlihat nampak berpikir sembari sesekali melihat kearah tampilan layar proyektor dengan harapan dapat melihat format surat yang tadi ditampilkan didepan.

Hasil simulasi yang sudah terkumpul ditangan pemateripun akhirnya dilihat satu persatu dan lebih lanjut pemateri mengatakan bahwa hasil simulasi ini akan dilampirkan sebagai bahan pelaporan kegiatan pelatihan Ini.

“Nanti panitia, kumpulkan hasil simulasinya dari semua peserta dan jadikan lampiran di Pelaporan kegiatan ini” ucapnya.

Salah satu peserta, Syahrul Rahmadan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum di HMJ Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), menyampaikan kesannya terkait dengan adanya pelaksanaan kegiatan Pelatihan ini.

“Yah tentunya dengan adanya kegiatan ini bermanfaat terutama tadi saya ini bisa dapat tentang jalur koordinasi terutama sebagai sekretaris untuk surat yah, jadi saya lebih paham lagi walaupun di lembaga kami juga sudah ada Petunjuk Teknis Organisisasi sebagai aturan tersendiri tapi terkait lagi dengan aturan umum yang kita pakai jadi saya bisa menyesuaikan dari yang sudah saya dapat disini” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyamapikan harapannya setelah kegiatan ini.

“Harapannya untuk semua materinya mungkin bisalah setelah ini di share supaya bisa jadi pedomannya para peserta agar lebih paham” lanjutnya.

Ketua SEMA menyampaikan bahwa kegiatan ini juga tidak terlepas dari kendala-kendala, dan sangat mengapresisasi kepada pemateri dan peserta yang sudah meluangkan waktunya ditengah kondisi seperti saat ini.

“Alhamdulilah, ada beberapa pasti setiap kegiatan ada kendalanya masing-masing, nah itu dari peserta juga mungkin terkendala dari cuaca itu yang harus dimaklumi untuk kegiatan ini, tapi saya memberikan apresiasi sangat besar kepada teman-teman yang memang tetap hadir dikegiatan ini dan pemateri juga luangkan waktunya dan sudah berbesar hari untuk mengajar walaupun kondisi seperti saat ini” tutupnya saat diwawancarai setelah kegiatan.

penulis : Muhammad Fauzan

editor : Agil Asrifalgi 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami